Sikapi Belajar Tatap Muka, SMPN 6 Pekanbaru Siapkan SOP Ketat

Harijal - Jumat, 13 November 2020 13:57 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/11/251ce9112020_untitled5.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
fin/re

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Uji coba belajar tatap muka sebagaimana disampaikan Dinas Pendidikan (Disdik) kota Pekanbaru, mendapat respon dari SMPN 6 Pekanbaru. Bila dipilih melaksanakan, pihak sekolah akan menerapkan prokes yang ketat.

Penegasan ini disampaikan Kepala SMPN 6 Pekanbaru, Hj Fitra Yulia Rozi MPd, usai menggelar rapat dengan segenap guru, pegawai tata usaha, dan security di lingkungan SMPN 6 Pekanbaru, Jalan Lembah Damai Rumbai Pesisir, Jumat (13/11/20).

"Untuk kegiatan belajar tatap muka satu kali dalam satu minggu dengan segala aturan yang ketat, Insya Allah kami akan berusaha. Yang jelas hari ini saya sosialisasi kepada seluruh warga sekolah," ujarnya.

Kepsek yang akrab disapa Rozi ini mengatakan, rapat dengan segenap guru dan warga sekolah ini, bertujuan untuk menyiapkan Standar Operasional Pelayanan (SOP), bilamana SMPN 6 dipilih melaksanakan kegiatan belajar tatap muka sesuai kondisi sekolah.

"Kami sudah membentuk tim Satgas Covid dan menyiapkan segala sesuatu yang kita perlukan. Yang jelas kami siap untuk melaksanakan tatap muka dengan segala aturan protokol kesehatan (prokes) covid-19 yang ketat," tegasnya.

Saat ini kata Rozi, pihaknya tengah melakukan sosialisasi ke orangtua melalui guru, terkait aturan dan tata cara yang berlaku. Mulai dari rumah sampai anak ke sekolah.

Pihaknya juga kata Rozi, akan menyiapkan semua alat-alat kesehatan seperti thermometer digital, hand sanitazer, cuci tangan, alat kebersihan, dan penyemprotan.

Ia menegaskan, bila SMPN 6 dipilih melaksanakan belajar tatap muka, guru dan siswa yang boleh masuk, harus benar-benar sehat.

"Guru yang boleh masuk adalah guru yang benar-benar sehat. Begitu juga anak harus diantar orangtua. Dan apabila ternyata pada pengecekan suhu tubuh ternyata panasnya diatas 38, otomatis mereka disuruh pulang," sebut Rozi.

Disisi lain, sebelum kegiatan belajar tatap.muka dilaksanakan, SMPN 6 akan menyurati orangtua terlebih dahulu apakah anaknya mengijinkan anaknya belajar tatap muka atau tidak.

"Kalau orangtua tidak mengijinkan anaknya ke sekolah maka anaknya tetap belajar secara online," ujarnya.

Rozi pun yakin bahwa anak didiknya sangat antusias belajar tatap muka. Pasalnya, kesempatan tersebut merupakan momen yang sangat ditunggu dan sangat dirindukan anak maupun guru.

"Saya yakin kalau terjadi tatap muka anak sangat luar biasa gembiranya karena dia bertemu dengan teman bertemu dengan guru yang di dirindukannya. Begitu juga guru, guru merindukan murid-muridnya,". (fin)

Berita Terkait

Pendidikan

Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Gerebek Dua Tersangka Narkoba di SM Amin

Pendidikan

Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI

Pendidikan

Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal

Pendidikan

Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah

Pendidikan

Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah

Pendidikan

Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Juara Kedua