Sejarah keramat makam Tuk Antan Darah Putih, di Kampung Dayun Siak Sri Indrapura

Harijal - Jumat, 06 November 2020 08:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/11/8a907c112020_untitled1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

Desa Dayun, yang sekarang disebut Kampung Dayun. Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Sri Indrapura Provinsi Riau. Di daerah Dayun ini terdapat sebuah makam keramat yang dikenal dengan nama _Makam Tuk Antan Darah Putih_. Makam ini berdiri tepat di tengah-tengah antara Masjid Nurul Yakin dan MDA nurul Yakin, KM 70.

Menurut masyarakat setempat. Makam tersebut sudah ada sejak desa ini terbentuk. Dahulu ada yang mengetahui sejarah dari makam ini namun,  beliau sudah tiada sebab sudah sering sakit sakitan.  Beliau merupakan orang yang di tuakan di desa Dayun. Menurut cerita,  ada 3 sejarah yang masih ambigu untuk dipercayai oleh khalayak ramai yang berkaitan dengan makam ini.  Yang pertama,  makam ini di sebut sebagai salah seorang prajurit yang terkenal hebat di zaman kerajaan Siak. Beliau meninggal sebab, kelaparan disaat sembunyi dari penjajah.  Dan akhir nya beliau meninggal di tempat itu.  Sebab. Dahulu kala tempat itu adalah hutan belukar. Hingga saat masyarakat mulai mendirikan tempat tinggal di daerah itu baru lah beliau dimakam kan secara layak.  Dan hingga saat ini makam tersebut sangat di jaga dan dibangun kan sebuah gedung khusus yang mengelilingi makam tersebut. Masyarakat setempat sangat menjaga makam tersebut. 

Sejarah kedua yang kedua yang berkaitan dengan makam ini ialah dahulu nyaa beliau adalah orang yang pertama kali membuka daerah tersebut. Hingga daerah itu ramai beliau menjadi pemimpin dan di tuakan di daerah itu.  Beliau terkenal baik hati dan bijaksana. Hingga beliau wafat kebaikan beliau sangat dikenang,  dan singkat cerita pada saat wafat beliau dalam keadaan perang,  karena masa itu masih dalam keadaan perang dengan penjajah. Beliau gugur dimedan perang.  Pada saat beliau wafat darah yang keluar daritubuh beliau berwarna putih bersih sesuai dengan hati nya yang sangat baik dan bijaksana. 

Sedangkan menurut cerita ketiga,  yang berkaitan dengan makam ini ialah, dahulu nya makam ini merupakan milik seorang pria paruh baya berketurunan minang.  Beliau dahulu nya merantau diderah Dayun ini.  Pada masa itu kehidupan sangat sulit. Hingga kala itu beliau berfikir untuk mencuri sesuatu untuk menyambung kehidupannya. Namun,  malang tak dapat dielakkan.  Saat sedang beraksi beliau ketahuan oleh masyarakat setempat dan diadili. Beliau berkata bahwa jika beliau memang benar mencuri maka darah yang akan kelluar berwarna putih.  Namun,  pada saat beliau melancarkan aksinya ada seseorang yang melihat nya.  Maka tak dapat dihindari saat beliau diadili beliau meninggal dunia dan tubuh nya mengeluarkan darah berwarna putih.  Maka,  beliau dinyatakan bersalah. Dan beliau di makam kan ditempat itu.  Penulis tidak tau, mana sejarah yang benar berdasarkan cerita sejarah berikut. Sebab,  daei sumber masyarakat berasumsi yang berbeda.  Masyarakat setempat menyebutkan bahwa makam tersebut di pada nisannya dililit kan sorban putih pada bagian keagamaan kaki makam tersebut.  Masyarakat sangat menjaga makam tersebut.  Hingga saat ini belum ditemukan mitos atau fakta dari sejarah tersebut. 

Sumber : - Narasumber : masyarakat setempat disekitaran makam Tuk Antan Darah Putih-Artikel ini ditulis oleh: Wahyu Latul Akmal, Mahasiswa S1 Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Riau

Berita Terkait

Pendidikan

Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Gerebek Dua Tersangka Narkoba di SM Amin

Pendidikan

Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI

Pendidikan

Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal

Pendidikan

Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah

Pendidikan

Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah

Pendidikan

Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Juara Kedua