Sejarah Singkat Kerajaan Kunto Darussalam

Penulis: Tia Mustika, Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Riau
Harijal - Rabu, 04 November 2020 16:33 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/11/81c51c112020_untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Tia Mustika
Istana Kerajaan Kunto Darussalam, yang terletak di Kota Lama, kecamatan Kunto Darussalam, kabupaten Rokan Huliu, Riau.

KERAJAAN Kunto Darussalam pernah memerintah dalam kurun waktu yang cukup lama di bumi melayu Riau. Hal ini ditandai dengan masih ditemukannya sisa-sisa peninggalan Kerajaan.

Kerajaan Kunto Darussalam merupakan satu dari lima kerajaan yang berdiri di sepanjang aliran sungai Rokan bagian hulu, yakni kerajaan Rokan IV Koto, Kerajaan Rambah, Kerajaan Tambusai, dan Kerjaan Kepenuhan. Kelimanya dikenal dengan sebutan "Lima Luhak" atau lima nagari yang kini menjadi kabupaten Rokan Hulu, provinsi Riau.

Istana Kerajaan Kunto Darussalam yang asli memang sudah tiada, namun ada bangunan yang dibuat menyerupai istana kerajaan Kunto Darussalam terdahulu. 

Walaupun jejak peninggalan kerajaan tidak utuh dan lengkap, namun masih dapat diamati bahwa pusat pemerintahan kerajaan Kunto Darussalam terletak di Kota Lama, dekat jembatan sungai Rokan. 

Sebagaimana kerajaan-kerajaan yang ada di bumi Melayu Riau pada umumnya, kerajaan Kunto Darussalam juga merupakan kerajaan Islam yang disebarluaskan oleh seorang ulama besar bernama Syekh Burhanuddin pada abad ke-14. 

Masuknya Islam di Kunto Darussalam berasal dari Kuntur-Kampar sekitar abad ke-14, ketika banyak pemeluk agama Islam berpindah ke daerah Rokan, karena kerajaan Kuntur-Kampar direbut oleh Adityawarman yang menganut ajaran Hindu-Budha.

Bersamaan dengan ini masuk pula para saudagar dari Samudra Pasai dan Melaka. Di bawah pengaruh Kerajaan Samudra Pasai dan Kerajaan Melaka ketika itu para saudagar ini membawa ajaran Islam ke luhak Rokan.

Pengembangan agama Islam di Kunto Darussalam sangat menonjol dengan bukti adanya makam seorang ulama besar di Nahir-Kunto Darussalam bernama Syekh Burhanuddin yang wafat pada sekitar tahun 1601 M.

Gambar: Makam Syeikhul Islam Burhanuddin yang terdapat di Kota Lama, Ibukota Kecamatan Kunto Darussalam kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Dari informasi yang kami peroleh mengenai sumber-sumber sejarah dari kerajaan Kunto Darussalam, sebelum berdirinya kerajaan kunto Darussalam, kerajaan Rokan merupakan kerajaan pendahulu dan cikal bakal berdirinya kerajaan Kunto Darussalam.

Kerajaan kunto Darussalam berpusat di Kota Lama. Kerajaan ini berdiri pada tahun 1878 dan berakhir pada tahun 1942, yaitu ketika masuknya penjajahan Jepang. 

Tahun 1942, Jepang memasuki kerajaan kunto Darussalam dan menghilangkan kekuasaan Raja dengan menangkap raja terakhir yaitu Tengku Ma’ali dan dijeblos ketahanan di Teluk Kuantan.

Pada masa pendudukan Jepang Kunto Darussalam dijadikan status sebagai daerah ‘Ku” yang dikepalai oleh “Kuco” yang wilayah kekuasaannya setara dengan onder district pada zaman Belanda atau setingkat pada masa kemerdekaan. 

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia di kunto Darussalam ditempatkan sebagai asisten wedana.(*)

Berita Terkait

Pendidikan

Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Gerebek Dua Tersangka Narkoba di SM Amin

Pendidikan

Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI

Pendidikan

Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal

Pendidikan

Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah

Pendidikan

Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah

Pendidikan

Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Juara Kedua