FSGI Catat 37 Guru dan 7 Siswa Positif Covid-19

Harijal - Senin, 10 Agustus 2020 17:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/08/c52dfe082020_untitled2.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/ Farid)
Guru di Surabaya, Jawa Timur melakukan simulasi kegiatan belajar mengajar di sekolah jenjang SMP di tengah pandemi virus corona (Covid-19),

JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat sebanyak 37 guru dan tujuh siswa di Indonesia dinyatakan positif covid-19. Data tersebut merupakan data hingga Senin (10/8).

FSGI juga mencatat sebanyak 131 santri dan enam ustaz pengajar di pesantren dilaporkan positif corona.

"28 guru dari dua sekolah di Kota Balikpapan positif covid-19. 35 santri dan pesantren di Kabupaten Pati positif covid-19. [Ini data] Terbaru," ungkap Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim melalui keterangan tertulis, Senin (10/8).

Berdasarkan data itu, FSGI khawatir pembukaan sekolah di zona kuning dapat memunculkan klaster penyebaran baru di sekolah. Dia mengatakan setiap warga sekolah memiliki hak hidup dan sehat yang harus diutamakan. Meskipun mendapat pendidikan juga bagian dari hak anak, Satriwan menilai nyawa dan kesehatan anak bisa terancam ketika sekolah di zona kuning dibuka.

"Tidak optimalnya pusat dan daerah menyelesaikan pelayanan terhadap proses PJJ yang sudah fase dua ini seharusnya bukan jadi alasan sekolah di zona kuning kembali dibuka," katanya.

Lihat juga: Ragam Syarat Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning-Hijau Covid-19Nadiem sebelumnya mengizinkan sekolah mulai dibuka di zona kuning. Penyebabnya, karena banyak kendala pada PJJ. Ia menilai PJJ punya banyak dampak buruk terhadap siswa. Salah satunya hingga potensi putus sekolah.

Ia mengatakan pemerintah pusat dan daerah seharusnya membenahi kendala Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), ketimbang memutuskan membuka sekolah. Apalagi, PJJ di berbagai daerah masih tersendat hingga tahun ajaran baru.

Selain itu, menurutnya pembelajaran tatap muka di zona kuning juga belum tentu optimal. Karena pembelajaran dibatasi empat jam per hari, dan siswa tidak diizinkan berinteraksi selain di dalam kelas. Menurutnya, hal itu tetap akan berdampak pada psikologis siswa, karena kebanyakan siswa mendambakan kembali ke sekolah untuk berinteraksi dengan teman.

Sekretaris Jenderal FSGI Heru Purnomo menambahkan keputusan Mendikbud Nadiem Makarim juga membahayakan guru dan tenaga kependidikan.

"SKB 4 Menteri sebelumnya banyak dilanggar oleh Pemda. Ada 79 daerah yang melanggar SKB 4 Menteri. Dan anehnya tidak ada sanksi dari pusat kepada daerah yang melanggar aturan tersebut," katanya.

Heru khawatir kebijakan Nadiem membuka sekolah kembali dilanggar daerah maupun sekolah. Terlebih karena Nadiem memberikan kewenangan pembukaan sekolah kepada pemerintah daerah dan komite sekolah.

Heru berpendapat sebaiknya PJJ diperpanjang. kata dia, kalau pembukaan sekolah tetap dilakukan di zona kuning, Kemendikbud dan Kementerian Agama harus mengawasi dan mendatangi langsung sekolah yang tatap muka.

"Jangan sampai sekolah tak jujur mengisi [daftar cek protokol kesehatan]. Harus cross check betul apakah sekolah atau madrasah sudah betul-betul siap menerapkan protokol kesehatan secara ketat," tambah Heru.

Berikut data FSGI terkait guru dan siswa positif corona:

1. Kota Balikpapan, Kalimantan Timur: 28 guru dari dua sekolah

2. Kota Surabaya, Jawa Timur: 4 guru

3. Kota Pariaman, Sumatera Barat: 2 guru

4. Kota Solo, Jawa Tengah: 1 guru

5. Kabupaten Madiun, Jawa Timur: 1 guru (meninggal dunia)

6. Kota Madiun, Jawa Timur: 1 guru

7. Kabupaten Sumedang, Jawa Barat: 2 siswa

8. Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat: 2 siswa

9. Kota Sawahlunto, Sumatera Barat: 1 siswa

10. Kabupaten Tegal, Jawa Tengah: 1 siswa

11. Kota Tegal, Jawa Tengah: 1 siswa

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Pendidikan

Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI

Pendidikan

Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal

Pendidikan

Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah

Pendidikan

Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah

Pendidikan

Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Juara Kedua

Pendidikan

Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal: Terus Tingkatkan Prestasi