SELATPANJANG, kabarmelayu.com - Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Selatpanjang Kepulauan Meranti meraih posisi pertama dalam ajang lomba pidato dan lomba baca puisi. Prestasi ini pun menambah sederet capaian lainnya di sekolah yang terletak di Jalan Banglas Selatpanjang.
Pantauan GoRiau sebelum ini, lomba pidato se Kota Sagu ini digelar oleh DPD KNPI Kepulauan Meranti tanggal 26 hingga 28 Oktober 2016. Sementara lomba Baca Puisi digelar oleh Komunitas Seni Muda Bernas (Kemas).
Dari 40 peserta lomba pidato, Nur Ain Hera Septia (17) siswi kelas XII MAN Selatpanjang keluar sebagai juara satu. Waktu itu Nur Ain membawakan pidato berjudul "Pemuda Daerah untuk Bangsa,". Perempuan kelahiran Insit tahun 1999 itu rupanya qariah Syarhil Alquran saat MTQ kemarin. Selain itu, Ia juga aktif mengikuti beberapa kegiatan di sekolah seperti lomba pidato bahasa inggris, porseni semester, nasyid, dan lain sebagainya.
Kepada wartawan, Nur Ain mengaku mempersiapkan bahan selama seminggu. Lalu, setiap hari di sekolah jelang perlombaan, Nur Ain diminta guru-gurunya mempraktekkan pidato. Ia harus tampil di setiap kelas, lapangan, maupun ruang majelis guru.
Pembina OSIS dan Sanggar di MAN Selatpanjang, Dra Latifah Kudus, mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada siswa menentukan judul, dan materi. Selain itu, dalam praktek di sekolah, diakui Latifah, kalau memang harus dikurangi ya dikurangkan, kalau ada yang kurang harus ditambahkan.
Berbeda dengan Nur Ain, lomba Baca Puisi oleh Kemas Kepulauan Meranti juga dimenangkan oleh siswi MAN Selatpanjang. Dia adalah Irdayanti (17) siswi kelas XII IPA I. Waktu itu Irdayanti membawakan puisi wajib berjudul Jembatan karya Sutarji, dan puisi pilihan karya Ia sendiri.
Rupanya, perempuan kelahiran Kedaburapat itu memang aktif menulis puisi sejak tahun 2014. Hingga saat ini, sudah lebih 100 puisi yang Ia bikin, dan. media cetak besar di Provinsi Riau.
"Kalau suka puisi sejak kecil, faktor keluarga juga. Tapi kalau menulis puisi saat masuk MAN Selatpanjang, tahun 2014," beber perempuan yang aktif di Cahaya Pena itu.
"Kita sering meminta mereka latihan sebelum tampil. Pada perinsipnya, kita hanya memberi mereka masukan," kata Latifah menambahkan.
Juga Ikuti PCTA dan LCC di Pekanbaru
Bulan Oktober 2016 ini juga, dua siswa MAN Selatpanjang berkesempatan mewakili Kabupaten Kepulauan Meranti dalam ajang Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tingkat Provinsi Riau di Pekanbaru. Dua siswi MAN Selatpanjang itu adalah Ismaniar (16) warga Lalangtanjung kelas XI dan Sukamawati Ira Saputri, (16) yang juga kelas XI.
Untuk bisa mewakili kabupaten, terlebih dahulu dilakukan tes Bulan Mei 2016. Setelah itu, keduanya mendapat pembinaan (se Riau) di Pekanbaru, selama 3 hari. Pulang dari PCTA yang diadakan Dirjen Kementerian Pertahanan bekerjasama Dinas Pendidikan Provinsi Riau, kader-kader ini diharapkan bisa melakukan pembinaan di sekolah. "Kami akan mengajarkan adek-adek, khusus daerah ini, tentang materi cinta negara," kata Ismaniar dan Sukmawati.
Rupanya, sebelum ini, tepat Bulan Mei 2016, 10 siswa siswi MAN Selatpanjang juga mewaliki Kepulauan Meranti mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar. Untuk mewakili Kota Sagu, terlebih dahulu diseleksi di Pekanbaru, Februari 2016. Saat seleksi itu MAN Selatpanjang keluar sebagai juara pertama.
Sementara saat mengikuti LCC di Pekanbaru Mei 2016, MAN Selatpanjang hanya meraih posisi keempat atau harapan I, namun untuk yel-yel berhasil keluar sebagai juara I. 10 orang siswa siswi yang ikut kemarin antara lain Nur Fadillah, Ade Febriansyah, Faruq Alfarobi, Fitria, Aulan Nufus, Nur Ain Hera Septia, Ismaniar, Sukmawati, Ira Safitri, Nur Lailaturrahmah. Mereka terdiri dari siswa kelas X dan XI.
Ketika ditanya kendala yang dihadapi saat LCC, kata siswa ini hanya pada kecepatan memencet bel sebelum menjawab. Mereka mengaku kalau untuk jawaban, sudah tahu. "Kendalanya karena terlambat memencet bel. Jawaban kita tahu, karena sebelum berangkat kita belajar ekstra dari pagi hingga sore," beber beberapa siswa.
Untuk memotivasi siswa yang lain, Latifah mengaku menunjukkan sertifikat, piagam, piala, yang diraih saat upacara bendera. "Tadi pas upacara kita tunjukkan ke siswa yang lain, ini lho yang telah kita dapatkan. Jadi, siswa kita terpancing untuk melakukan hal sama," ungkap Latifah saat itu.
Keberhasilan ini tak terlepas dari pembinaan maksimal dari Kepala MAN Selatpanjang Desisraheti, S.Pd, Waka Kur Nelly Murni, S.Si, Waka Siswa Ernawati, S.Pd, dan pembimbing Rindra Gunawan SH dan Nilawati, S.Pd.
(goriau.com)