Wagubri Kagum Lihat Aksi Ekskavator Amfibi Buatan Pindad Mengapung di Sungai

Harijal - Rabu, 22 Januari 2020 22:43 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/01/cd36b2012020_untitled6.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
istimewa

PELALAWAN - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution memenuhi undangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan mewakili Gubernur Riau Syamsuar, untuk melihat demonstrasi ekskavator amfibi tipe Excava 200 Ampibhious dari PT Pindad (Persero) di Kabupaten Pelalawan, Rabu (22/1/2020), di sungai yang berada di Jalan Lingkar Pemda.

Edy Nasution kagum melihat kecanggihan ekskavator buatan anak bangsa yang bisa dengan mudah membersihkan di sisi kanan kiri sungai. Terlebih lagi, ekskavator yang memiliki keistimewaan bisa mengapung di atas air ini, menurut Edy Nasution, penggunaan harus bisa memiliki manfaat besar bagi Kabupaten Pelalawan.

"Dimana 60 persen wilayah di Pelalawan merupakan rawa, sehingga alat ini sangat ideal sekali. Penggunaannya harus bisa efektif. Contohnya saja tadi saat kita saksikan bersama mampu membersihkan sungai dengan waktu yang cepat dibandingkan ekskavator umumnya," kata Edy Nasution, usai melihat demonstrasi ekskavator yang memiliki harga Rp5,1 miliar per unitnya.

Alat berat buatan anak bangsa ini, dikatakan Edy Nasution harus diapreasi. Sebab, kecanggihan dan kemudahaan dari alat berat ini memiliki banyak manfaat bagi yang memilikinya.

"Kalau saja sungai jadi bisa lebih bersih dengan bantuan alat ini, tentunya Pelalawan memiliki wisata air yang bisa jadi destinasi wisata baru di sungai. Hal ini harus kita lihat dari sisi positifnya. Ditambah, alat berat ini bisa mengapung di atas air," ungkap Edy Nasution.

Menurut Edy Nasution dengan adanya alat berat ini, tidak hanya bisa membantu untuk membersihkan sungai saja. Tapi juga bisa digunakan untuk membuka embung baru sebagai tempat penampungan air dan membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Misalnya di daerah tertentu kesulitan air untuk pemadaman, sementara lokasi sulit dijangkau karena rawa. Tentunya alat berat ini mampu menjangkaunya tanpa ada kendala apapun. Untuk itu, dengan adanya alat berat ini nanti, dapat digunakan sebaik mungkin oleh Pemkab Pelalawan," jelas Edy Nasution.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan membeli dua unit ekskavator buatan PT Pindad (persero) tipe Excava 200 Ampibhious seharga Rp10,2 miliar. Satu unit ekskavator yang bisa mengapung di atas air ini dibandrol Rp5,1 miliar.

Beratnya satu unit ekskavator ini sekitar 30 ton dan mampu mengapung di atas air, seperti sungai dan rawa. PT Pindad mulai membangun ekskavator ini tahun 2016. Dalam setahun PT Pindad mampu memproduksi 300 unit Excava 200 Ampibhious dan saat ini sudah 500 unit yang ada di lapangan. (mcr)

Berita Terkait

Pemerintahan

Kelurahan Kampung Bandar Juara III Lomba Kebersihan se-Kota Pekanbaru

Pemerintahan

Waka I DPRD Inhil Hadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI di Pekanbaru

Pemerintahan

Pemko Pekanbaru dan IMI Gelar Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota

Pemerintahan

Sempat Padam, Karhutla di Kerumutan Pelalawan Kembali Menyala

Pemerintahan

Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Bergabung dengan Personel Padamkan Api Karhutla di Pelalawan

Pemerintahan

Perdana Digelar, Rakor Damkar Kabupaten Kota se-Riau Satukan Langkah Perkuat Penanganan Kebakaran