Eselon III dan IV akan Dihapus, Menhub: Gajinya Tak Turun!

Harijal - Selasa, 17 Desember 2019 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/12/4e9446122019_untitled8.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Foto: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengingatkan kepada para eselon III dan IV agar tak bersedih menyusul kebijakan pemangkasan struktur organisasi di kementerian/lembaga. Presiden Jokowi juga sudah menegaskan tak akan ada perubahan dari sisi penerimaan para pejabat eselon yang jabatannya dihapuskan.

Adapun eselon III dan IV yang sebelumnya menduduki jabatan struktural maka akan berubah untuk lebih melayani karena berstatus fungsional.

Budi Karya menyadari bahwa ada penolakan dari kalangan di Eselon III dan IV. Dia mengimbau jangan khawatir, karena keputusannya besaran gaji tidak ada perubahan.

"Saya juga punya hati umpama saya eselon III. Itu rasanya wah gimana ya aku udah capek-capek eselon III. Yang saya yakinkan, eselon III berprestasi jangan takut, kalah eselon III yang kasak kusuk ya takut, eselon IV ya bersaing. Gajinya nggak turun lho," sebut Budi di Penganugerahan Penghargaan Manajemen Keselamatan Penyelenggara Jasa Angkutan (TSMA), di kantor Kemenhub Jakarta, Selasa (17/12).

Namun, Budi Karya juga menegaskan bakal menindak oknum yang kerap bermain dalam beragam pelayanan yang disediakan oleh Kemenhub. Bahkan, dia juga menyebut tidak segan-segan untuk memutasi ke lokasi terjauh ketika terbukti bersalah.

"Kalau ada yang macem-macem, langsung WA ke saya aja, atau Pak Sekjen. Kita pindahin ke Aceh," kata Budi Karya.

Presiden Jokowi sudah memutuskan untuk menggantikan sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) alias robot. Jokowi menegaskan bahwa keputusan tersebut dilakukan demi menghadapi era perubahan yang semakin dinamis.

"Kita butuh kecepatan dalam bekerja, dalam memutuskan. Kita butuh kecepatan dalam bertindak di lapangan, karena perubahan ini sangat cepat. Karena sekarang ini, pemerintah yang fleksibel sangat dibutuhkan," kata Jokowi, Senin (2/12/2019). 

(cnbcindonesia.com)

Berita Terkait

Pemerintahan

Kawal Status Quo, Pendiri Koperasi JMB Pasang Plank Peringatan

Pemerintahan

Tim Gabungan Pekanbaru Siap Siaga Hadapi Karlahut

Pemerintahan

Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026

Pemerintahan

Bupati Inhil Terima Penghargaan Terbaik II IRH dari Kanwil Kemenkum Riau

Pemerintahan

Pemko Pekanbaru Upayakan Hibah Aset Eks Caltex Rumbai

Pemerintahan

Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 Resmi Digelar