DBH Migas Menurun, Sekda Sebut Perlu Pengembangan Potensi Lain

Harijal - Minggu, 15 Desember 2019 09:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/12/4d48fd122019_untitled2.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Sekda Provinsi Riau Yan Prana Jaya bersama narasumber lainnya, dalam acara talkshow suara mahasiswa dengan tema berlalunya kemesraan PAD dan DBH Migas upaya Pemprov Riau, yang berlangsung di Jeber Cafe Platinum, Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Sabtu (14/12)

PEKANBARU - Diperkirakan pada tahun 2020 mendatang, akan terjadi pengurangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Riau melalui Dana Bagi Hasil (DBH) migas yang menjadi potensi pendapatan utama di Riau sejak beberapa tahun lalu.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Yan Prana Jaya Indra Rasyid, menyebutkan bahwa sangat penting bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk mengembangkan potensi daerah lainnya.

Jelasnya, ada banyak potensi daerah yang akan dikembang Riau kedepannya, salah satunya melalui kebijakan pengelola pendapatan daerah, pengoptimalan dana alokasi pajak umum dan khusus.

"PAD melalui DBH sawit berkurang karena memang minyak kita sudah sedikit, makanya perlu bagi kita memperjuangkan pendapatan daerah lainnya," katanya, saat menghadiri acara talkshow suara mahasiswa dengan tema berlalunya kemesraan PAD dan DBH Migas upaya Pemprov Riau, yang berlangsung di Jeber Cafe Platinum, Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Sabtu (14/12).

Ungkap Yan Prana, meskipun sejauh ini sudah ada DBH Migas, namun belum sepenuhnya mampu membangun Riau. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa Pemprov Riau bersama stakeholder yang lainnya harus berjuang meyakinkan pusat bahwa Riau harus diperhitungkan.

"Bagaimana meningkatkan infrastruktur yang ada, mensejahterakan masyarakat, dengan pendapatan yang ada. Sehingga lebih mandiri dalam membangun Riau," ungkap Sekda Riau ini.

Yan Prana juga memaparkan, pihak Pemprov Riau bersama DPRD Riau, akan terus memperjuangkan DBH sawit. Sebagai daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia, katanya Riau harus berhak membangun infrastruktur melalui dana tersebut.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat Riau untuk sama-sama membangun Riau, salah satu caranya dengan berkontribusi membayar pajak kendaraan bermotor, dengan tujuan meningkatkan penghasilan Riau.

"Ayo sama-sama bangun Riau, untuk Riau lebih mandiri," tutupnya. (mcr)

Berita Terkait

Pemerintahan

Kawal Status Quo, Pendiri Koperasi JMB Pasang Plank Peringatan

Pemerintahan

Tim Gabungan Pekanbaru Siap Siaga Hadapi Karlahut

Pemerintahan

Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026

Pemerintahan

Bupati Inhil Terima Penghargaan Terbaik II IRH dari Kanwil Kemenkum Riau

Pemerintahan

Pemko Pekanbaru Upayakan Hibah Aset Eks Caltex Rumbai

Pemerintahan

Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 Resmi Digelar