Pastikan Satu Desa Satu Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Harijal - Selasa, 03 September 2019 12:39 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/09/5ddf96092019_untitled12.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ist.

PEKANBARU - Demi mencerdaskan generasi bangsa dan memperkenalkan daya tarik yang ada di Desa, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Rahima Erna mengajak seluruh Desa sudah mempunyai perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Hal tersebut disampaiakannya dalam acara Stakeholders Meeting Provinsi Riau dengan tema "Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial" di Grand Tjokro Pekanbaru yang dilaksanakan selama dua hari, terhitung dari 2-3 September 2019.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Rahima Erna mengatakan stakeholder itu sangat penting terutama bagaimana kita berkolaborasi dalam satu team work. Sedangkan inklusi sosial dimaksudkan dengan membaca buku-buku praktis baik kegiatan atau sebuah cara yang diharapkan bisa mempunyai inofativ yang baru. 

Apalagi sekarang setiap desa harus sudah memiliki perpustakaan sendiri dalam menunjang kegiatan yang ingin dilakukan.

"Diharapkan kepada kepala desa untuk memantau agar terdapat satu perpustakaan di setiap desa," ucapnya, Senin (2/9).

Ia melanjutkan bahwa perpustakaan berbasisi inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.

Menurutnya dengan memanfaatkan perpustakaan berbasis inklusi sosial ini dapat memperkenalkan sisi sosial di setiap desa kepada khalayak ramai.

"Jadikan perpustakaan sebagai center dan mari membangun komitmen bersama," ajak Erna.

Adapun tujuan perpustakaan berbasis inklusi sosial, lanjut Erna, yakni meningkatkan literasi informasi berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK), meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat peran dan fungsi perpustakaan agar tidak hanya sekadar tempat penyimpanan dan peminjaman buku tapi menjadi wahana pembelajaran sepanjang hayat dan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu yang menjadi sasaran dalam program ini yaitu pemuda, perempuan, pelaku usaha mikro atau kecil, difabel, pelajar, pendidikan dan keterampilan, kesehatan serta pengembangan ekonomi.

Sedangkan hasil yang ingin dicapai yakni, pertama terbitnya regulasi daerah tentang pengembangan perpustakaan, kedua peningkatan peran perpustakaan dalam memajukan masyarakat, ketiga peningkatan akses informasi dan pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat, keepat peningkatan kegiatan berbasis inklusi sosial di perpustakaan.

"Semoga dengan adanya perpustakaan berbasisi inklusi sosial bisa membantu masyarakat dalam membuat inofasi baru dan berkarya lebih kreatif lagi," tutupnya. (mcr)

Berita Terkait

Pemerintahan

Kebun Negara Dijarah, Mitra PT Agrinas Palma Nusantara Tempuh Jalur Hukum

Pemerintahan

Ternyata, Seseorang Bisa Dinyatakan Positif Narkoba Setelah Terpapar Asap Ganja

Pemerintahan

Tim Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla di Palika dan Kandis

Pemerintahan

Progres capai 21 persen, Anggota koramil 05/RM dan warga kebut pengecoran Jembatan Gantung Bangko Pusaka

Pemerintahan

Api Muncul di Tiga Daerah, Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla di Riau

Pemerintahan

Semangat Berbagi Idul Adha, PT. Agrinas Palma Nusantara Mitra KSO PT. Citra Mutiara Bumi Riau Gelar Penyembelihan Hewan Kurban