Semester I, Bea Cukai Pekanbaru Hasilkan Pendapatan Negara Rp855 Miliar

Harijal - Rabu, 28 Agustus 2019 15:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/08/22ad40082019_untitled18.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
eza/rec
Humas KPPBC Pekanbaru, A G Aryani

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pekanbaru selama satu semester berhasil mengumpulkan penerimaan Negara dari sektor pajak sebesar Rp855 Miliar lebih. Nilai fantastis penerimaan pajak semester I ini terhitung dari bukan Januari hingga Juli tahun 2019.

Humas KPPBC Pekanbaru, A G Aryani mengatakan, pendapatan pajak yang dikumpulkan tersebut, berasal dari sektor penerimaan bea masuk, bea keluar, cukai (HPTL) serta Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).

"Jika dirincikan penerimaan bea masuk sebesar Rp63.320.716.000,00, bea keluar sebesar Rp 29.744.571.000,00, cukai (HPTL) sebesar Rp 650.814.000,00, dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) mencapai Rp 761.919.895.422,00," kata Aryani dikonfirmasi, Rabu (28/8).

Aryani mengungkapkan, seluruh penerimaan negara tersebut masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Disamping mengoptimalkan penerimaan pajak negara, pihaknya saat ini juga tengah fokus melakukan pengawasan kegiatan di bidang impor, ekspor dan cukai. 

"Sepanjang periode Januari hingga Juli tahun 2019 ini saja, Bea Cukai Pekanbaru telah berhasil melakukan 73 kali penindakan terhadap barang-barang ilegal dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp 19.804.875.921,00," jelasnya.

Bahkan diungkapkan Aryani penindakan terbesar berasal dari rokok ilegal, hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa, mengingat pada semester I tahun 2019, Bea Cukai Pekanbaru menempati urutan terbesar ketiga dari aspek penindakan terhadap rokok ilegal.

"Dan itu (penindakan rokok ilegal,red) yang berhasil dilakukan di seluruh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai di Indonesia, setelah Kudus dan Tembilahan, Riau," jelasnya.

Pihaknya, tetap berkomitmen untuk menekan jumlah peredaran barang kena cukai ilegal dan barang impor ilegal di wilayah kerjanya saat ini. 

"Masyarakat terus diedukasi untuk ikut serta dalam program ini (barang ilegal,red)," paparnya.

Bea Cukai Pekanbaru mengaku optimis, sampai dengan akhir tahun 2019 atau memasuki Semester II, rokok ilegal dapat ditekan hingga 3%. Tentu saja sebutnya, tidak terlepas dari dukungan pihak-pihak terkait.

"Ini demi Bea Cukai yang semakin baik. Semua ini tidak terlepas dari sinergisitas seluruh jajaran Bea Cukai Pekanbaru dan juga instansi-instansi terkait (Karantina Hewan dan Tumbuhan, Polres, Polda, Kodim, Kejari, dan pihak lainnya, yang selama ini telah bersinergi dan mendukung upaya penindakan," tutupnya. (eza)

Berita Terkait

Pemerintahan

Kebun Negara Dijarah, Mitra PT Agrinas Palma Nusantara Tempuh Jalur Hukum

Pemerintahan

Ternyata, Seseorang Bisa Dinyatakan Positif Narkoba Setelah Terpapar Asap Ganja

Pemerintahan

Tim Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla di Palika dan Kandis

Pemerintahan

Progres capai 21 persen, Anggota koramil 05/RM dan warga kebut pengecoran Jembatan Gantung Bangko Pusaka

Pemerintahan

Api Muncul di Tiga Daerah, Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla di Riau

Pemerintahan

Semangat Berbagi Idul Adha, PT. Agrinas Palma Nusantara Mitra KSO PT. Citra Mutiara Bumi Riau Gelar Penyembelihan Hewan Kurban