Varietas Sidenuk Hasilkan 12 Ton Padi per Hektar

Harijal - Selasa, 15 Mei 2018 16:55 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/05/6894a5052018_0000untitled8.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
sy/rec

KAMPAR, kabarmelayu.com - Kabar baik bagi kaum tani, saat ini terdapat padi jenis Sidenuk. Variatas ini merupakan keberhasilan pengembangan yang dilakukan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). 

Dalam rangka hari kebangkitan teknologi nasional (HATEKNAS) Ke 23, desa Pulau Tinggi kecamatan Kampar terpilih sebagai tempat percontohan penanaman padi varietas invari Sidenuk dengan metode ipat BO (intensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik) di Sumatera. 

Sidenuk diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Soalnya, satu hektare lahan bisa menghasilkan 9 hingga 12 ton padi, kata Dirjen penguatan inovasi Kemenristekdikti, Dr Ir Jumain Appe MSi, Selasa (15/5/2018) di Pulau Tinggi. 

"Untuk jenis lain, satu hektare maksimal hanya bisa menghasilkan tujuh ton padi," katanya. 

Dikatakan dia, Kemenristekdikti saat ini terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan membuat petani menjadi mandiri. Dimana sebelumnya menggantungkan teknologi asing sehingga mudah tergoncang. 

"Kita harus mampu mengembangkan sendiri, kreatifitas, berinovasi dan memiliki jiwa wira usaha dan berkelanjutan sangat perlu, terutama saat ini, jika tidak akan ketinggalan dengan bangsa lain," jelasnya. 

Sementara, Dr Hendik Winarno (Deputi Batan), menyampaikan Benih Varietas Invari Sidenuk dilepas tahun 2011 lalu. Dengan irigasi kurang baik saja, Varietas Sidenuk mampu menghasilkan 9 hingga 12 ton perhektare dengan waktu tanam selama 3 bulan. 

Dikatakan, Varietas Sidenuk ini dinilai mampu meningkatkan produksi beras nasional. artinya, akan kembangkan ke seluruh Indonesia. 

Selain lebih pulen, varietas ini juga memiliki umur yang lebih pendek. saat ini, pihaknya juga terus mengembangkan varietas yang lebih unggul. Terutama yang tahan terhadap serangan hama. 

Diharapkan dengan tingkat produksi yang tinggi ini, target swasembada pangan Indonesia dapat tercapai 2019 nanti. Jika hal ini terwujud, Indonesia optimis swasembada pangan bisa tercapai;

Bupati Kampar yang diwakili staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan, Aliman Makmur menyampaikan, bahwa potensi pertanian khususnya persawahan di Kabupaten Kampar sangat besar, namun butuh inovasi dan dukungan alat pertanian modern. 

Dikatakan, Kabupaten Kampar memiliki lahan persawahan seluas 5 ribu hektare lebih dengan produksi rata-rata 3-5 ton perhektar. Saat ini pembukaan lahan persawahan baru terus dilakukan. 

Dengan Varietas Sidenuk mudah-mudahan dapat meningkatkan hasil produktifitas petani. Hal ini selain dapat membantu peningkatan perekonomian petani, juga dapat menciptakan dan mewujudkan swasembada pangan tahun 2019 sesuai harapan Bupati Kampar, ujar Aliman. (Syailan Yusuf / SuryaPrasetya)

Berita Terkait

Pemerintahan

Kebun Negara Dijarah, Mitra PT Agrinas Palma Nusantara Tempuh Jalur Hukum

Pemerintahan

Ternyata, Seseorang Bisa Dinyatakan Positif Narkoba Setelah Terpapar Asap Ganja

Pemerintahan

Tim Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla di Palika dan Kandis

Pemerintahan

Progres capai 21 persen, Anggota koramil 05/RM dan warga kebut pengecoran Jembatan Gantung Bangko Pusaka

Pemerintahan

Api Muncul di Tiga Daerah, Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla di Riau

Pemerintahan

Semangat Berbagi Idul Adha, PT. Agrinas Palma Nusantara Mitra KSO PT. Citra Mutiara Bumi Riau Gelar Penyembelihan Hewan Kurban