Bappeda Bengkalis Gelar Forum Konsultasi Publik RKPD 2019

Harijal - Jumat, 16 Februari 2018 09:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/02/b6e08e022018_0000aauntitled1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Diskominforsantik Bengkalis
Forum Konsultasi Publik tahun 2018 di Bappeda Kabupaten Bengkalis.

BENGKALIS, kabarmelayu.com - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis menggelar Forum Konsultasi Publik  dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan Rabu, 14 Februari 2018 tersebut dibuka secara resmi Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis, H Jondi Indra Bustian.

Mengawali pertemuan, Jondi memaparkan tentang gambaran umum serta kondisi makro Kabupaten Bengkalis saat ini. Diantara capaian indikator makro yang sering muncul ke permukaan adalah pertumbuhan ekonomi.

Bahkan, terkait dengan pertumbuhan ekonomi ini, Jondi mengatakan, Kabupaten Bengkalis sempat menjadi sorotan dimana Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkalis negatif. Sementara ada daerah lain yang justru pertumbuhan ekonominya positif melebihi 20 persen.

Jondi menjelaskan, kondisi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkalis yang negatif  tiada lain karena menurunnya harga minyak dunia. Kemudian ditambah dengan belum adanya kepastian perpanjangan kontrak PT Chevron.

"Sementara di Kabupaten yang disampaikan Pak Presiden, itu daerah kecil, kebetulan pada  saat itu masuk investasi di bidang gas. Sehingga pertumbuhannya melonjak cukup signifikan," ujarnya seraya menambahkan kalau pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkalis tanpa migas sebenarnya positif.

Ditengah lesunya perekonomian Kabupaten Bengkalis, sambung Jondi, bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) justru menunjukkan yang sebaliknya.

Dalam kurun waktu 2014 s/d 2016, IPM justru menunjukkan kenaikan. Bahkan IPM Kabupaten Bengkalis tahun 2016 tercatat sebesar 71,98 lebih tinggi dari IPM Riau sebesar 71,20 bahkan nasional sebesar 70,18.

Begitu juga capaian indikator makro lainnya seperti Angka Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, Rata-rata Lama Sekolah dan Pengeluaran Per Kapita menunjukkan trend positif.

Dalam kesempatan itu, Jondi juga menjelaskan kontribusi Kabupaten Bengkalis terhadap perekonomian Riau. Dari kabupaten/kota se-Riau, Kabupaten Bengkalis tercatat sebagai penyumbang tertinggi sebesar 19,36 persen. Sayangnya, yang kembali ke kabupaten Bengkalis masih sangat minim.

Jondi, mencontohkan pertambahan infrastruktur jalan propinsi di Kabupaten Bengkalis berdasarkan data terbaru hanya sepanjang 60 KM.

Selain pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, turut hadir dalam pertemuan itu dari LAM Riau Kabupaten Bengkalis, PWI, LSM, kalangan akademisi dan kelompok masyarakat lainnya.***

Berita Terkait

Pemerintahan

Kawal Status Quo, Pendiri Koperasi JMB Pasang Plank Peringatan

Pemerintahan

Tim Gabungan Pekanbaru Siap Siaga Hadapi Karlahut

Pemerintahan

Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026

Pemerintahan

Bupati Inhil Terima Penghargaan Terbaik II IRH dari Kanwil Kemenkum Riau

Pemerintahan

Pemko Pekanbaru Upayakan Hibah Aset Eks Caltex Rumbai

Pemerintahan

Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 Resmi Digelar