Bupati Wardan Sampaikan Ranperda Pertanggung Jawaban APBD Inhil Tahun 2016

Harijal - Selasa, 05 September 2017 22:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/09/92098b112017_0000bupatiinhilsampaikan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN, kabarmelayu.com - Tahun 2016 lalu, Pemkab Inhil hanya mampu membelanjakan belanja modal sebesar Rp 415 miliar dari Rp693 miliar pagu dana yang ada.

Belanja modal tersebut terdiri dari belanja tanah, belanja peralatan dan mesin, belanja gedung dan bangunan, belanja jalan, irigasi dan jaringan, belanja aset tetap lainnya serta belanja aset lainnya.

"Belanja modal untuk tahun 2016 terealisasi sebesar 59,86 persen," ujar bupati saat menyampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2016 pada rapat paripurna ke-1 masa persidangan III di DPRD Inhil, Senin (4/9/2017).

Sementara itu, untuk belanja operasi yang terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, belanja bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial dan bantuan keuangan dari anggaran sebesar Rp1,6 triliun terealisasi sebesar Rp1,5 triliun atau 93 persen. Untuk belanja daerah dan transfer pada APBD Tahun Anggaran 2016 terealisasi sebesar Rp1,9 triliun, bila dibandingkan dengan Belanja Daerah dan Transfer pada APBD Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp1,8 triliun, terjadi kenaikan sebesar Rp167 miliar.

"Berdasarkan realisasi pendapatan dan realisasi belanja dan transfer tersebut, maka Anggaran Tahun 2016 mengalami defisit sebesar Rp152 miliar," jelas bupati.

Kemudian untuk realisasi Belanja Daerah dan Transfer pada APBD Tahun Anggaran 2016, Belanja Tak Terduga, dari anggaran sebesar Rp800 juta tidak terealisasi sama sekali. Transfer atau bagi hasil pendapatan, dari anggaran sebesar Rp 3,9 miliar terealisasi 100 persen. Sementara untuk realisasi pembiayaan Neto pada APBD 2016 terealisasi sebesar Rp 368 miliar,bila dibandingkan dengan Pembiayaan Neto pada APBD 2015 sebesar Rp 528 miliar terjadi Penurunan sebesar Rp 160 miliar atau 69,72 persen.

"Dengan jumlah Pembiayaan Netto sebesar tersebut, maka Sisa lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Tahun 2016 sebesar Rp215 miliar," tambahnya.

Penerimaan pembiayaan yang terdiri dari penerimaan Silpa dan penerimaan kembali investasi dana bergulir, terealisasi sebesar Rp386 miliar. Bila dibandingkan dengan penerimaan pembiayaan tahun 2015 sebesar Rp528 miliar, terjadi penurunan sebesar Rp142 miliar. (Advertorial)

Berita Terkait

Pemerintahan

Wujudkan Kebersamaan HUT RI Ke-81, UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Aneka Lomba untuk Guru dan Siswa

Pemerintahan

RUU Kawasan Industri Didorong Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM

Pemerintahan

BPBDPK Riau akan Gelar Rakor Tingkat Provinsi

Pemerintahan

Wakapolda Riau: Operasi Kuantan Merah Putih Presisi Ungkap Aktivitas PETI hingga Pemilik dan Pemodal

Pemerintahan

Hari Pramuka ke-65, 24 Insan Pramuka Riau Terima Lencana Kehormatan

Pemerintahan

Dispusip Siak Usulkan 'Syair Raja Siak' Sebagai IKON 2026 ke Perpusnas RI