TEMBILAHAN, kabarmelayu - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H, Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Inhil melaksanakan Tabligh Akbar dengan menghadirkan Ustadzah Hj Tatu Mulyana, Ibunda dari Ust. Jefri Al-Bukhori Alm., Kamis (3/5/2017).
Tabligh Akbar yang dipusatkan di Masjid YAMP Komplek Kantor Bupati Inhil turut dihadiri Bupati HM Wardan, Anggota DPRD Ustad Sumardi yang juga sebagai ketua Ikatan Masjid Indonesia (IKMI) Inhil, Asisten I dan II Setda Inhil, Pengurus NU, GOW, Majelis Taklim, Ketua MUI dan Pengurus Salimah Inhil serta jamaah yang sebagian besar dari Ibu-ibu.
Persaudaraan Salimah memiliki cabang di 33 provinsi, 346 kota/ kabupaten, 118 kecamatan, 285 Kelurahan dan Desa se Indonesia, Juga terdapat satu perwakilan Salimah di luar Negeri, yakni di Taiwan.
Dalam sambutannya Bupati HM Wardan menjelaskan, Inhil memiliki banyak parit sebagai sumber kesuburan tanah dan mengangkut hasil-hasil tani masyarakat Inhil termasuk masyarakat yang heterogenitas dengan rukun dan tertib dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan tersebut bupati juga menambahkan, Pemerintah Kabupaten Inhil juga memiliki program Magrib mengaji dan sudah mengeluarkan surat edaran di setiap Masjid dan Mushallah untuk melaksanakan Shalat berjamaah, khususnya Shalat Subuh berjamaah.
Mengingat bahwa hari ini adalah hari Kamis, maka kami mengajak jamaah yang sebagian besar kaum ibu-ibu untuk hadir melaksanakan shalat subuh berjamaah pada subuh Jumat (4/5/2017), khususnya di masjid YAMP Komplek Kantor Bupati.
Beliau juga berdoa semoga negeri ini senantiasa mendapatkan berkah dari Allah SWT atas niat baik yang dilaksanakan pada hari ini.
Pada kesempatan tersebut Ustadzah Drama Hj Tatu Mulyana dalam tausiyahnya mengatakan, apabila manusia selalu bersyukur kepada Allah SWT nikmatnya akan ditambah, dan siapa bersyukur kepada Allah SWT terutama yang melaksanakan 5 perkara yaitu rukun Islam. Beliau menambahkan Surga rindu terhadap orang-orang yang suka membaca alquran, suka memelihara lidah, orang yang suka memberi, suka fakir miskin dan anak yatim dan terakhir orang yang melaksanakan puasa Ramadhan. (Advetorial)