KAMPAR, kabarmelayu.com - Jika para petani di Kabupaten Kampar bisa melakukan panen 2 kali setahun, Insya Allah pada tahun 2019 Kabupaten Kampar swasembada pangan.
Sudah saatnya para petani merubah tata cara pertanian dari cara konvensional menuju mekanisasi pertanian modern, kataBupati Kampar, H Azis Zainal pada acara pencanangan pengolahan tanah dengan mekanisasi pertanian di Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar, Rabu (26/7/2017).
Setelah menyalami tamu undangan Azis menaiki tractor pengolah tanah yang sudah terparkir dilokasi persawahan. Ia mencoba memperlihatkan kepada masyarakat tentang kegunaan alat sekaligus manfaat mekanisasi pertanian.
Dengan menggunakan mekanisasi pertanian, petani bisa mengolah lahan lebih cepat dan tidak memerlukan tenaga besar, juga lebih efisien, ucap Azis.
Perhatian pemerintah dibidang pertanian saat ini sungguh luar biasa. Mekanisasi pertanian, mulai dari alat pengolahan tanah, bibit unggul, pupuk, obat-obatan serta pengairan terus diperhatikan. Hal itu bertujuan agar meningkatnya hasil produksi petani.
"Dengan adanya mekanisasi pertanian ini, saya sangat yakin petani di Kabupaten Kampar bisa panen padi minimal 2 kali setahun," ujar Azis dan tidak ada lagi tanah kosong yang tidak terolah.
Saat ini, saya ingin melihat dulu kesungguhan petani dan jika petani memang betul bersunguh-sungguh, saya akan mengusahakan ratusan unit Alsintan ke Kampar, kata Azis
Sementara, perwakilan dari Kementerian Pertanian RI, Ir Mewa Ariani, meminta agar diwilayah Kabupaten Kampar jangan sampai ada lahan tidur atau kosong tidak terolah.
"Mari kita olah lahan tidur atau kosong itu menjadi lahan pertanian yang bisa menghasilkan, sehingga kita bisa hidup sejahtera," Ujarnya.
Jika ada kendala atau masalah pertanian, jangan sungkan menyampaikan kepada Dinas pertanian melalui petugas penyuluh lapangan (PPL), mudah-mudahan ada jalan keluarnya, tuturnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kampar Henry Dunan, SP, MMA menyampaikan bahwa Traktor roda empat tersebut merupakan bantuan APBN tahun 2017 dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementrian Pertanian Republik Indonesia.
Tahun 2016 Kampar menerima 2 unit traktor, tahun 2017 sendiri Kampar kembali menerima sebanyak 5 unit. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam hal meningkatkan sektor pertanian.
"Dengan menggunakan traktor, petani bisa mengolah lahan sehektar hanya butuh waktu 3 jam," ujar Dunan
Jika ada kendala dalam bidang pertanian, saya minta kepada petani untuk melaporkan kepada ketua kelompok atau PPL guna dicarikan jalan keluar, apapun itu, Ucapnya. (sy/rec)