Bupati Inhil, Sambut Kunjungan Tim Badan Restorasi Gambut RI

Harijal - Rabu, 22 Februari 2017 15:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/02/4db01c062017_00000bupatiinhilsambutk.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Diskominfo Inhil
Bupati Inhil, Sambut Kedatangan Tim Badan Restorasi Gambut RI di rumah dinas Bupati Inhil, Selasa (21/2) malam.

TEMBILAHAN, kabarmelayu.com - Bupati Indragiri Hilir H Muhammad Wardan menyambut kunjungan Tim Badan Restorasi Gambut RI, Selasa (21/2) malam, di kediamannya. Tim BRG ini akan melakukan pemetaan dengan melihat tata ekologi gambut yang ada di Inhil.  Kedatangan Kepala BRG RI Nazir Foead didampingi Deputi IV BRG Dr Haris Gunawan, Kelompok Ahli BRG Prof Ashaluddin Jalil, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Riau, 3 personel Gakkum KLHK dan anggota BRG lainnya ini, dalam rangka melihat langsung kondisi lahan gambut di Kabupaten Inhil dengan melakukan pemetaan.  Sedangkan Bupati H Muhammad Wardan didampingi Sekda H Said Syarifuddin, Asisten I Setda Inhil Afrizal, Ketua Komisi I DPRD Inhil Yusuf Said dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Inhil.  Bupati Wardan merasa bangga atas kunjungan Kepala Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia yang secara langsung melihat lansung kondisi gambut di Kabupaten Inhil dan bagaimana mempertahankan dan pengembangan kondisi gambut yang ada di Inhil karena lebih 97 persen areal dan lahan di Inhil terdiri dari gambut.  "Maka dari itu, dalam waktu dekat ini dengan program tim dari BRG akan melakukan pemetaan lahan-lahan gambut yang bisa dikembangkan dan mana lahan yang dipersiapkan untuk penyerapan air," katanya.  Ditambahkan, yang selama ini sudah sudah berkembang berupa kearifan lokal yang dimiliki masyarakat sejak lama berupa perkelapaan yang sangat cocok dengan kondisi gambut di Inhil. Serta nenas, kopi dan kakao yang merupakan tanaman sela yang bisa dikembangkan.  Kedepan BRG akan menurunkan Tenaga Ahli untuk membantu masyarakat Kabupaten Inhil dengan melakukan pemetaan, diharapkan dengan adanya pemetaan ini dapat diketahui kawasan gambut yang bisa dikembangkan.  Pemkab Inhil juga sudah melakukan kerjasama dengan Universitas Riau dengan melakukan pemetaan terhadap kawasan yang sudah tertanam dan pada tahun ini akan selesai yang akan memiliki data yang benar sehingga dalam perencanaan pembangunan sesuai dengan data.  Sementara itu, Kepala BRG Nazir Foead menyebutkan, Inhil merupakan kabupaten yang istimewa karena kawasan gambutnya mencapai 97 persen dari luas kabupaten.  "Tentu dengan lahan gambut yang luas ini harus dijaga dan juga lahan gambut yang bisa dibudidayakan dengan dukungan kearifan lokal masyarakat Inhil dengan dukungan Pemkab Inhil yang telah melakukan budidaya gambut dengan sangat baik," ujarnya.  BRG akan bertanya langsung dengan masyarakat terhadap dibudidayakan yang sudah ada sejak lama ini bisa dikembangkan lebih produktif lagi dan sekaligus menjaga ekologi gambut. Langkah-langkah yang akan diambil untuk menjaga lahan gambut dengan melakukan pemetaan dengan melihat tata ekologi gambut yang ada di Inhil. (adv/kominfo)

Berita Terkait

Pemerintahan

Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG

Pemerintahan

Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu

Pemerintahan

Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla

Pemerintahan

Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69

Pemerintahan

Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan

Pemerintahan

Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah