BANGKINANG, kabarmelayu.com - "Jangan sampai ada pungli, jangan sampai ada yang membayar dalam proses pemberkasan pegawai tidak tetap (PTT) pusat yang diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN)."
Demikian disampaikan PJ Bupati Kampar Syahrial Abdi. Ditegaskan dia, jika ditemukan praktek pungli akan kita stop pemberkasannya, "Ini merupakan pesan dari Kemenpan RI," ujarnya di hadapan ratusan PTT di Aula Kantor Bupati Kampar, Rabu (22/03/2017).
Diketahui, dari 256 Pegawai Tidak Tetap di lingkungan Dinas Kesehatan Kampar hanya 23 orang yang tidak lulus tes, 18 orang usia di atas 35 tahun, 2 orang meninggal dunia dan 3 orang bidan PTT tidak mengikuti tes.
Dalam pemberkasan para PTT akan ditugaskan atau ditempatkan sesuai tempat atau wilayah pengangkatan, kata Kepala Dinas Kesehatan Kampar Dr M Harris kepada awak media usai acara.
Dijelaskan, 233 orang PTT itu terdiri dari, 2 orang dokter umum dan 6 orang dokter gogo tenaga Bidan tersebar di wilayah Kabupaten Kampar
Dikatakan, bahwa saat ini pihaknya telah selesai melakukan pemberkasan terhadap PTT. "Berkasnya sudah kita serahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kampar," ungkap Harris.
Sementara itu, Kepala BKD Kampar, Zulfahmi menyampaikan bahwa pemberkasan 233 PTT yang diangkat menjadi ASN sudah selesai dilakukan dan berkasnya telah dikirim ke BKN regional 12 Pekanbaru. Saat ini kita hanya menunggu hasil verifikasi berkas, Ucapnya.
Ucapan Terima Kasih
Sri Mulyani salah satu Bidan pegawai tidak tetap (PTT) yang bertugas di Desa Ridan Permai Puskesmas Bangkinang Kota mewakili para Bidan PTT menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda Kampar.
"Alhamdullillah setelah melalui proses panjang akhirnya perjuangan kami selama ini telah membuahkan hasil," ujarnya dihadapan Pj Bupati Kampar, Syahrial Abdi, Kepala Dinas Kesehatan Kampar Dr M Harris dan Kepala BKD Kampar Zulfahmi di aula kantor Bupati Kampar, Rabu (22/03/2017).
Hal itu semua tak terlepas berkat kekompokan dari kawan-kawan para PTT pusat serta dukungan dari pihak Pemda Kampar dan DPRD Kabupaten Kampar, ucap Sri.
Namun demikian, ia berharap agar 18 Bidan PTT yang tidak lulus lantaran lewat umur dapat diperjuangkan sehingga juga dapat diangkat menjadi ASN.
Lebih jauh Sri mengatakan, bahwa isu mengenai dana iuran dalam pengangkatan ASN itu tidak benar, katanya. (sy/rec)