kabarmelayu.com,PEKANBARU - Harga cabai merah di Kota Pekanbaru terpantau mencapai Rp100.000 per kilogram. Lonjakan yang telah berlangsung sejak tiga pekan tetakhir ini menjadi perhatian.
Kenaikan ini mencapai dua kali lipat dibanding sebelumnya. Kondisi ini membuat cabai merah menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Kota Pekanbaru.
"Kondisi ini harus kita sikapi dengan baik, agar suplai cabai merah di Kota Pekanbaru bisa terpenuhi," tegas Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Sabtu kemarin.
Markarius mengaku, Wali Kota Pekanbaru sudah memberi arahan agar menindaklanjuti lonjakan harga cabai merah yang kian meroket.
Markarius sudah memberi perintah kepada Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru agar menjalin kerja sama dengan daerah penghasil cabai merah. Kerjasama ini bukan hanya memastikan ketersediaan komoditas cabai merah, tetapi juga ingin harga cabai merah lebih stabil.
"Kita sudah komunikasi dengan sekda di Aceh terkait panen raya di sana, sehingga bisa menyuplai ke Pekanbaru," terangnya.
Selain itu, Pemko juga menjalin kerja sama dengan Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Solok. Daerah tersebut merupakan sejumlah daerah penghasil cabai merah di Provinsi Sumatera Barat.
"Sekdako sudah berkomunikasi guna memastikan suplai cabai merah di Kota Pekanbaru," jelasnya.
Dengan kerja sama ini, Kota Pekanbaru mendapat pasokan prioritas untuk komoditas cabai merah. Ia menilai kerja sama menjadi langkah jemput bola langsung komoditas cabai ke daerah penghasil.
"Kita berharap lewat kerja sama ini suplai cabai merah kita bisa terjaga, harga cabai juga tidak naik lagi," ujarnya.