kabarmelayu.comPEKANBARU - Kabut
asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti Kota Pekanbaru. Pada Kamis (17/9/2026), kondisi ini membuat kualitas udara di Pekanbaru pada kategori sangat tidak sehat.Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar menyebut
asap yang muncul saat ini merupakan
kiriman dari wilayah selatan.Kondisi tersebut membuat kualitas udara di Pekanbaru fluktuatif. Setelah sempat berada dalam kategori sehat pada akhir pekan lalu, kualitas udara kembali memburuk dan masuk kategori tidak sehat."Jadi
asap ini
asap kiriman dari arah selatan,
asap kadang ada, kadang tidak ada. Kalau hujan udara bersih, seperti akhir pekan kemarin," kata Markarius.Melihat kondisi tersebut, Markarius mengimbau masyarakat mengurangi
aktivitas di
luar ruangan. Warga yang tetap harus ber
aktivitas di
luar diminta menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan kabut
asap."Bagi yang tetap ber
aktivitas di
luar ruangan bisa mengenakan masker, untuk menjaga diri agar tidak terpapar kabut
asap," ujarnya.Markarius memastikan saat ini tidak ada lagi hotspot atau titik panas di wilayah Kota Pekanbaru. Aktivitas kebakaran lahan juga disebut masih dalam kondisi terkendali.Meski demikian, Pemko Pekanbaru tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut
asap, terutama terhadap kesehatan masyarakat.Markarius telah meminta Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut
asap. Puskesmas dan rumah sakit diminta tetap siaga dalam menangani pasien, khususnya penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)."Kabut
asap ini sangat berpengaruh bagi kesehatan kita, maka penanganan pasien yang terpapar kabut
asap harus dioptimalkan," tegasnya.Selain penanganan kesehatan, Markarius juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Warga diminta segera melapor apabila menemukan kebakaran lahan agar dapat ditangani dan tidak meluas.Pihaknya mengingatkan kewaspadaan tetap diperlukan meski titik panas di dalam kota saat ini tidak terdeteksi. Kondisi udara yang fluktuatif membuat masyarakat tetap diminta memperhatikan kualitas udara dan menjaga kesehatan.