Kabut Asap di Pekanbaru Mengkhawatirkan, Wako Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Redaksi - Rabu, 26 Agustus 2026 21:43 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/09/_8640_Kabut-Asap-di-Pekanbaru-Mengkhawatirkan--Wako-Imbau-Warga-Kurangi-Aktivitas-Luar-Ruangan.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Wako Pekanbaru Agung Nugroho mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan akibat kabut asap.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho kembali mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kualitas udara di Kota Pekanbaru yang saat ini berada dalam kategori tidak sehat akibat asap kebakaran lahan.

Agung juga meminta masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan untuk tetap menggunakan masker. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi dampak gangguan kesehatan akibat paparan asap.

"Karena kondisi saat ini dari BMKG dan ISPU menunjukkan kualitas udara berbahaya," kata Wali Kota Agung, Rabu (26/8/2026).

Menurut Agung, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah melakukan berbagai langkah antisipasi dalam menghadapi kondisi kebakaran lahan dan dampak asap yang ditimbulkan.

Salah satu langkah yang telah diterapkan yakni memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sistem daring bagi seluruh peserta didik tingkat TK, SD, dan SMP.

Kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak awal pekan ini. Para peserta didik menjalani pembelajaran dari rumah hingga Jumat (28/8/2026).

Di sisi lain, upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah bersinergi dengan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, relawan, serta seluruh unsur terkait dalam menangani kebakaran.

Agung mengatakan, petugas di lapangan terus bekerja untuk melakukan penanganan karhutla. Namun, di tengah berbagai upaya tersebut, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT.

"Kita sudah berikhtiar di darat. Petugas kita bekerja siang dan malam. Hari ini kita mengetuk pintu langit dengan melaksanakan salat Istisqa. Kita memohon kepada Allah SWT, turunkanlah hujan yang membawa rahmat, bersihkan udara kita, padamkan api dan jauhkan masyarakat dari segala musibah," ujar Agung.

Sebelumnya, Pemko Pekanbaru juga menggelar salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar hujan segera turun, udara kembali bersih, serta kebakaran lahan yang terjadi dapat dipadamkan.

Selain penanganan di lapangan, Pemko Pekanbaru kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran atau kondisi kedaruratan lainnya. Laporan dapat disampaikan melalui TRC 112 Pekanbaru AMAN, layanan kedaruratan 24 jam yang dapat diakses secara gratis.


Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

2000 Hotspot di Sumatera Pagi Ini, Kualitas Udara Pekanbaru Masih Biru

Pemerintahan

Water Bombing Satgas Udara Gempur Karhutla Dua Desa di Inhu

Pemerintahan

Malam Ini LAMR Gelar Majelis Zikir, Doakan Jerebu Berlalu

Pemerintahan

Kualitas Udara Pekanbaru di Level Sedang Pagi Ini, Siswa Kembali ke Sekolah

Pemerintahan

Legislator PKS Minta 30 Korporasi Karhutla Ditindak Tegas

Pemerintahan

Dari Angka 6000-an, Hotspot Sumatera Tinggal 671, Langit Pekanbaru Cerah Diguyur Hujan