Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar

Redaksi - Kamis, 27 Agustus 2026 22:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/08/_6653_Pimpin-Apel-Gelar-Pasukan-Siaga-Karhutla--Wabup-Siak-Dorong-Perusahaan-Ikut-Jaga-Lahan-Sekitar.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Diskominfotik Siak
kabarmelayu.comSIAK - Wakil Bupati Siak meminta perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Siak tidak hanya menjaga areal operasionalnya, tetapi juga ikut menjaga lahan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan sebagai upaya antisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Siak saat memimpin Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Siaga Darurat Karhutla 2026 di Sport Center PT Kimia Tirta Utama (KTU), Jalan Pertamina Kilometer 2, Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kamis (27/8/2026).

Ia menegaskan, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, masyarakat hingga perusahaan. Karena itu, perusahaan yang beroperasional di Kabupaten Siak juga diharapkan ikut mengambil peran dalam menjaga wilayah sekitar.

"Kami berharap perusahaan yang ada di Kabupaten Siak dapat menjaga lahan masyarakat yang ada di sekitarnya, sebagai bentuk antisipasi karhutla agar daerah kita ini tidak terkena dampak buruk dari asap kebakaran yang berbahaya," ujar Syamsurizal.

Ia mengungkapkan, selama Agustus telah terjadi karhutla di beberapa wilayah Kabupaten Siak, di antaranya Kampung Buatan II seluas 7 hektare, Kampung Mengkapan 0,5 hektare, dan Kampung Penyengat seluas 6 hektare yang berhasil dipadamkan.

Sementara Satgas Karhutla saat ini masih berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Koto Gasib dan Dayun. Kesiapan penanganan karhutla ditunjukkan melalui pengecekan sarana prasarana milik PT KTU dan simulasi pemadaman.

Personel pemadam memperagakan langkah penanganan kebakaran menggunakan peralatan yang telah disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat di lapangan.

Syamsurizal Budi mengatakan, kesiapan menghadapi karhutla tidak cukup hanya dengan peralatan, tetapi juga membutuhkan keterampilan para personel yang terus ditingkatkan, salah satunya dengan membina Masyarakat Peduli Api (MPA) yang ada di kampung kampung, di wilayah perusahaan.

"Langkah ini tidak boleh berhenti di sini saja. Kita harus meningkatkan kemampuan kita dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, untuk itu kita terus meningkatkan keterampilan dan di dukung sarana prasarana yang baik agar mudahkan dalam pekerjaan," kata dia.

Syamri Kardo, Asisten Sustainability PT KTU mengatakan, pihaknya melakukan berbagai upaya pencegahan mulai dari pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA), pemantauan wilayah, hingga kesiapan regu pemadam. Setiap MPA yang dibina beranggotakan lima orang yang telah mendapatkan sosialisasi dan dilibatkan dalam patroli bersama.

"Untuk MPA, masing-masing ada lima orang. Kita sudah lakukan sosialisasi dan pernah juga melakukan patroli bersama. Untuk kegiatan MPA sendiri kita berkolaborasi agar mereka siap kapan saja dalam penanganan karhutla," ungkapnya.

Dalam mendukung deteksi dini, PT KTU saat ini memiliki lima menara pantau api yang digunakan untuk memantau kondisi wilayah. Petugas yang berjaga melakukan pemantauan secara berkala terhadap potensi munculnya titik panas (hotspot) maupun titik api (fire spot).

"Pemantauan api kami menggunakan lima menara pantau setinggi sekitar 25 meter. Ada petugas yang piket dan memantau setiap jam. Hotspot kita pantau terus, serta kita di Kecamatan Koto Gasib ini kita saling update informasi dengan pak camat juga. Misalnya seandainya kendalanya sudah skala nasional, kita siap nanti, sama Manggala Agni kami juga lakukan koordinasi," ujarnya.

Selain sistem pemantauan, PT KTU juga memiliki tiga regu pemadam kebakaran yang berjumlah 45 personel dalam satu regu yang selalu siaga untuk pencegahan dan pengendalian karhutla.

Regu tersebut didukung berbagai sarana penunjang, di antaranya dua unit mobil pemadam kebakaran, kendaraan patroli, pompa portabel berdaya 5 horsepower (HP), pompa induk 25 horsepower (HP), serta peralatan pendukung lainnya.

Untuk memperkuat pemantauan, PT KTU juga menggunakan Dashboard Lancang Kuning Polda Riau dalam melihat perkembangan hotspot dan fire spot. informasi tersebut menjadi pedoman petugas untuk melakukan pengecekan langsung (ground check) ke lapangan apabila ditemukan indikasi kebakaran.(inf/siak)


Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

ISPU Memburuk, Sekolah di Siak Terapkan PJJ, ASN Hamil Boleh WFH

Pemerintahan

Luruskan Informasi, Pengawas dan Tim Ahli Koperasi JMB Tegaskan Pertemuan di Kantor Camat Adalah Rapat Koordinasi

Pemerintahan

Siak Zero Firespot, Bupati Afni Kerahkan Forkopimda hingga PKK Cegah Karhutla

Pemerintahan

PT Oscar Investama dan Ketua Koperasi Diduga Bermain, Skema Bagi Hasil Diubah Sepihak

Pemerintahan

Kawal Status Quo, Pendiri Koperasi JMB Pasang Plank Peringatan

Pemerintahan

Dispusip Siak Usulkan 'Syair Raja Siak' Sebagai IKON 2026 ke Perpusnas RI