kabarmelayu.com,PEKANBARU - Langkah inovatif Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang yang memberdayakan para kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-
PKK) untuk melakukan penagihan pajak daerah dalam meningkatkan
PAD, menuai apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Riau.Sistem jemput bola ini dinilai sangat efektif untuk menjangkau masyarakat secara langsung.Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, Senin (8/6/2026), memuji kejelian
Pemko Pekanbaru yang mampu memanfaatkan jalur komunitas perempuan dan keluarga untuk mendata sekaligus mengedukasi para wajib pajak yang masih menunggak
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta
Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)."Ini tentu kita apresiasi setinggi-tingginya. Bagaimana
Pemko Pekanbaru dapat memberdayakan kader
PKK untuk menjemput bola, mendata langsung ke lapangan mengenai masyarakat mana saja yang masih menunggak PBB dan PKB di lingkungan tempat tinggal mereka," ujar SF Hariyanto.Plt Gubernur memaparkan data bahwa jumlah kendaraan yang ada di Provinsi Riau saat ini mencapai 4 juta unit. Dari total keseluruhan tersebut, populasi kendaraan terbesar terkonsentrasi di wilayah Kota Pekanbaru, yakni mencapai 1,2 juta unit kendaraan. Kondisi ini dinilai sebagai potensi luar biasa yang dapat dijadikan mesin pendongkrak realisasi
PAD jika dikelola dengan maksimal."Sebanyak 1,2 juta kendaraan ada di Pekanbaru. Kalau semua kendaraan itu dibayarkan pajaknya secara patuh, tentu akan sangat banyak penghasilan untuk Kota Pekanbaru. Sangat bagus ini program yang dicanangkan oleh Wali Kota," tambah SF Hariyanto.SF mengimbau pemerintah kabupaten dan kota lain di Riau untuk meniru sistem yang sama agar
PAD di masing-masing daerah dapat melonjak signifikan.Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menegaskan bahwa komitmen penuh jajarannya dalam menggenjot sektor pendapatan daerah telah membuahkan hasil nyata. Terbukti, grafik realisasi
PAD Kota Pekanbaru mengalami lonjakan yang sangat tajam dan signifikan berkat adanya berbagai terobosan administrasi dan lapangan yang dilakukan secara masif. Ada pertumbuhan yang sangat kontras."
PAD kita mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jadi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu, angka tersebut naik drastis dari yang sebelumnya hanya berkisar di angka Rp800-an miliar kini berhasil menembus angka Rp1,2 triliun," papar Wali Kota Pekanbaru merincikan.Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja di lapangan, Pemko memberikan skema insentif khusus bagi ratusan kader
PKK yang aktif bergerak door-to-door menyebarkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Setiap kader diberikan insentif sebesar Rp10 ribu per SPT dengan sistem pencairan bertahap, yakni 50 persen saat SPT disebar ke rumah warga dan 50 persen sisanya dicairkan setelah wajib pajak resmi melunasi kewajibannya.