Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026

Riki - Jumat, 22 Mei 2026 23:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/05/_1856_Pemkab-Inhil-Gelar-Rakor-Siaga-Darurat-Karhutla-2026.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Sekdakab Inhil memimpin Rapat Koordinasi Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2026.(Foto: MC)
kabarmelayu.com,INHIL - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memasuki musim kemarau tahun 2026. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2026 yang dipimpin Bupati Inhil melalui Sekretaris Daerah H. Tantawi Jauhari, Kamis (21/5/2026).

Rakor yang berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Indragiri Hilir itu dihadiri unsur Forkopimda Inhil, Plh. Asisten Administrasi Umum, pimpinan OPD terkait, para camat se-Kabupaten Indragiri Hilir, Danramil dan Kapolsek se-Inhil, Kepala Pos BASARNAS Tembilahan, Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mandah Tembilahan, Manggala Agni Kabupaten Indragiri Hulu, hingga perwakilan perusahaan.

Dalam arahannya, Sekda H. Tantawi Jauhari menegaskan bahwa Kabupaten Indragiri Hilir memiliki tingkat kerawanan Karhutla yang cukup tinggi mengingat luasnya kawasan gambut dan perkebunan di wilayah tersebut. Karena itu, diperlukan langkah antisipatif yang dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan oleh seluruh pihak terkait.

Menurutnya, keberhasilan penanggulangan Karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah semata, namun juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari TNI-Polri, dunia usaha, hingga masyarakat.

"Melalui rapat koordinasi ini, saya berharap seluruh pihak dapat memperkuat sinergi, menyatukan langkah, serta meningkatkan komitmen bersama dalam menghadapi musim kemarau tahun 2026. Kita tidak boleh lengah. Pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi," tegasnya.

Sekda juga meminta seluruh camat, lurah, kepala desa, perusahaan, dan masyarakat untuk meningkatkan patroli serta deteksi dini di wilayah rawan Karhutla. Selain itu, ia menekankan pentingnya sosialisasi secara masif kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan Karhutla.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan berbagai pihak yang selama ini aktif menjaga wilayah Inhil dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Melalui rakor ini, diharapkan koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kabupaten Indragiri Hilir dapat semakin optimal, sehingga potensi terjadinya kebakaran selama musim kemarau dapat diminimalisir.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Inhil Bersholawat, Wabup Ajak Perkuat Ukhuwah dalam benteng Agama

Pemerintahan

Sekda Inhil Hadiri Rakor KPPG dan Satgas MBG

Pemerintahan

Wabup Yuliantini Sambut Kunjungan Siswa-Siswi SDN 010 Pengalihan Kecamatan Keritang

Pemerintahan

Sekdakab Hadiri Pelantikan DPC IKA UIR Inhil

Pemerintahan

Staf Ahli Bupati Hadiri Pelepasan Siswa Kelas IX MTSN 2 Inhil

Pemerintahan

Kampung Tangguh Anti Narkoba Pangeran Hidayat Tembilahan Diresmikan, Seluruh Elemen Bersatu Selamatkan Generasi