Harga Minyakita Capai Rp17.000, Wali Kota Segera Turun

Redaksi - Kamis, 16 April 2026 14:36 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/04/_4935_Harga-Minyakita-Capai-Rp17-000--Wali-Kota-Segera-Turun.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi,.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan segera melakukan peninjauan lapangan terkait distribusi minyak goreng subsidi, Minyakita. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap laporan masyarakat mengenai mulai langkanya stok minyak goreng tersebut di berbagai pasar tradisional maupun ritel.

Pemeriksaan intensif direncanakan menyasar berbagai titik distribusi untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Pemko Pekanbaru berkomitmen menjaga stabilitas pasokan agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi tanpa kendala distribusi yang berarti di wilayah ibu kota Provinsi Riau tersebut.

Fokus utama dari pengecekan ini adalah lokasi-lokasi yang menjadi pusat pengumpulan atau gudang penyimpanan stok. Wali Kota menekankan pentingnya transparansi dalam rantai pasok agar aliran barang dari produsen hingga ke tangan konsumen berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

"Kita akan mengecek tempat-tempat yang menjadi tempat pengumpulan," tegas Agung Nugroho Kamis (16/4/2026).

Agung menyampaikan pengawasan ketat di titik pengepul sangat krusial untuk mendeteksi adanya penyimpangan distribusi sejak dini sebelum berdampak lebih luas.

"Dalam menjalankan fungsi pengawasan ini, Pemko Pekanbaru bersinergi dengan aparat penegak hukum dari unsur kepolisian dan TNI. Kerja sama lintas instansi ini bertujuan untuk menindak tegas pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi kelangkaan demi mencari keuntungan pribadi secara ilegal," jelas Agung.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, kelangkaan Minyakita mulai memicu kenaikan harga yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat ini, sejumlah pedagang terpaksa menjual Minyakita dengan harga mencapai Rp17.000 per liter, melambung dari ketetapan pemerintah yang seharusnya sebesar Rp15.700 per liter.

Selain mengawasi stok, langkah antisipatif ini dilakukan untuk meredam keresahan terkait isu kenaikan harga minyak goreng subsidi yang kian santer terdengar.

Agung memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya maksimal untuk menjaga ketersediaan stok agar tetap aman dan terjangkau bagi seluruh lapisan warga.

"Kami mengimbau masyarakat untuk turut serta berperan aktif dalam pengawasan mandiri di lingkungan sekitar. Warga jangan ragu melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan adanya dugaan penimbunan atau kejanggalan dalam distribusi Minyakita di wilayah mereka masing-masing," tegas Agung.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Dari Ladang Kandis, Harapan Swasembada Pangan Terus Tumbuh

Pemerintahan

Empat Titik Pasar Murah di Pekanbaru Pekan Ini, Satu di Kampar

Pemerintahan

HUT RI, Ditlantas Polda Riau Bagikan Sembako, Helm SNI dan Konvoi Bersama OJOL

Pemerintahan

Polda Riau Juara Umum Ketahanan Pangan Polri 2026

Pemerintahan

Pekan Ini Operasi Pasar Murah Pemprov Riau di Pekanbaru dan Siak

Pemerintahan

Dari Perkebunan Petani Jambai Makmur, Polsek Kandis Kembangkan Swasembada Pangan Nasional