Bupati Afni Minta Pemerintah Kampung Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal

Redaksi - Jumat, 03 April 2026 15:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/04/_6267_Bupati-Afni-Minta-Pemerintah-Kampung-Jadi-Motor-Penggerak-Ekonomi-Lokal.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Bupati Siak Afni Zulkifli.(Foto: ist)
kabarmelayu.comSIAK - Bupati Siak, Afni Zulkifli, menegaskan pentingnya penguatan ekonomi berbasis kampung di tengah tekanan fiskal yang dihadapi daerah. Pemerintah kampung diminta bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi lokal, bukan sekadar pelaksana program.

Hal itu disampaikan Afni saat melantik dan mengambil sumpah jabatan anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam) Kampung Belutu, Kampung Jambai Makmur, dan Kampung Sungai Gondang di Aula Kantor Camat Kandis, Kamis (2/4/2026).

"Tidak ada lagi jarak antara pemerintah kabupaten dengan kampung. Kita menghadapi persoalan yang sama, terutama kondisi fiskal yang sedang tidak mudah," kata Afni.

Mantan wartawan itu mengungkapkan, hampir seluruh pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan serupa, yakni penurunan transfer dari pemerintah pusat di tengah kewajiban menjalankan program prioritas nasional.

Kondisi tersebut, menurut Afni, memaksa daerah melakukan penyesuaian cepat melalui efisiensi dan disiplin fiskal.

Afni menyebutkan, porsi belanja pegawai Kabupaten Siak masih berada di kisaran 36 hingga 38 persen, di atas ambang batas yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 30 persen.

Untuk menyesuaikan ketentuan tersebut, dibutuhkan pengurangan belanja hingga Rp500 miliar sampai Rp600 miliar. "Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi harus kita lakukan agar tidak terkena sanksi fiskal," ujarnya.

Dalam upaya penyesuaian itu, Pemkab Siak telah melakukan rasionalisasi anggaran, termasuk penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Namun, Afni menegaskan bahwa opsi merumahkan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak menjadi pilihan.

"Komitmen kami jelas, jangan sampai ada pegawai yang dirumahkan. Kita cari jalan lain, meskipun konsekuensinya semua harus ikut merasakan pengetatan," katanya.

Di tengah keterbatasan tersebut, bupati perempuan pertama di Siak itu menekankan perlunya perubahan pola pembangunan di tingkat kampung. Ia meminta penghulu dan Bapekam tidak lagi berfokus pada penyerapan anggaran, tetapi mengarahkan dana desa untuk kegiatan produktif yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Dana desa harus menghasilkan. Harus ada perputaran ekonomi yang nyata di kampung," ujarnya.

Afni mencontohkan sejumlah inisiatif yang telah berjalan, seperti pengembangan peternakan ayam petelur, pertanian hortikultura, hingga budidaya sayuran hidroponik yang terintegrasi dengan kebutuhan pasar.

Selain itu, pemerintah daerah membuka akses pemanfaatan aset daerah bagi petani dan pelaku UMKM dengan skema lebih fleksibel, termasuk pembayaran sewa pascapanen serta relaksasi jika terjadi gagal panen.

"Kita ingin aset daerah menjadi alat produksi masyarakat, bukan menjadi beban baru," kata Afni.

Dalam arahannya, Afni juga menyoroti peluang ekonomi dari program nasional, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut satu dapur MBG dapat mengelola anggaran hingga sekitar Rp1 miliar per bulan, yang berpotensi menciptakan perputaran ekonomi signifikan di daerah.

Namun, ia mengingatkan agar rantai pasok program tersebut diisi oleh pelaku usaha lokal.

"Jangan sampai anggarannya besar, tetapi belanjanya keluar daerah. Produk petani, peternak, dan UMKM lokal harus menjadi prioritas," ujarnya.

Jadi, tegas Afni, tidak boleh ada penolakan terhadap produk lokal selama memenuhi standar kebutuhan program.

Di tengah tekanan fiskal, Afni mengajak seluruh elemen pemerintahan memperkuat kolaborasi dan meninggalkan ego sektoral. Menurut dia, tantangan yang dihadapi hanya dapat diatasi melalui kerja bersama dari tingkat kabupaten hingga kampung.

"Ini bukan waktunya berjalan sendiri-sendiri. Kita harus kompak dan fokus pada solusi," katanya.

Menutup arahannya, Afni menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus menekan beban utang.

"Kita ingin meninggalkan kondisi keuangan yang lebih sehat bagi pemimpin berikutnya. Ini rumah kita bersama, dan harus kita jaga untuk generasi mendatang," kata Afni.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Kondisi Sulit, Bupati Siak: ASN Harus Survive Hadapi Tekanan Fiskal

Pemerintahan

Idul Fitri 1447 H, Bupati Siak Berkeliling Besuk Pasien Bawa Ketupat

Pemerintahan

Pemkab Siak Berlakukan Sistem Blokir Anggaran Non-Prioritas dan WFA Mulai April 2026

Pemerintahan

Walau Dikelilingi Perusahaan Besar, Dusun Kampung Tua di Siak Ini Nyaris Tak Tersentuh, Infrastruktur Memprihatinkan

Pemerintahan

Ramadhan 1447 H, Wabup Siak Ajak Orang Tua Perkuat Pendidikan Agama Anak

Pemerintahan

TKD Siak 2026 Dipangkas 50 Persen, Afni: Tidak Adil Bagi Daerah Penghasil