Pekanbaru Makin Canggih dengan AMAN, dari Lapor Jalan Berlubang Hingga Jadi Teman Curhat

Redaksi - Kamis, 02 April 2026 15:34 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/04/_7300_Pekanbaru-Makin-Canggih-dengan-AMAN--dari-Lapor-Jalan-Berlubang-Hingga-Jadi-Teman-Curhat.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Aplikasi Pekanbaru Aman di Playstore.(Foto: ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU- Pemerintah Kota Pekanbaru resmi memasuki babak baru dalam transformasi digital dengan meluncurkan Aplikasi Multipelayanan Aman dan Nyaman atau disingkat AMAN.

Inovasi yang digagas langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, ini bertujuan untuk menyatukan berbagai layanan publik ke dalam satu platform digital yang praktis dan efisien bagi seluruh warga kota.

Peluncuran yang dilakukan pada Kamis (2/4/2026) ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih responsif. Melalui AMAN, warga tidak perlu lagi bingung berpindah aplikasi atau birokrasi, karena semua kebutuhan administrasi dan laporan kini terintegrasi secara cerdas dalam genggaman ponsel pintar.

Wali Kota Agung Nugroho menjelaskan aplikasi ini merupakan hasil integrasi dari berbagai instansi, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Pekanbaru hingga kepolisian dan instansi vertikal lainnya.

Sinergi ini diharapkan mampu memangkas waktu pelayanan dan mempercepat respons terhadap kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.

"Salah satu fitur unggulan yang diprediksi akan banyak digunakan adalah layanan pengaduan infrastruktur. Kini, warga Pekanbaru bisa langsung melaporkan kondisi jalan berlubang atau lampu jalan yang padam hanya dengan beberapa ketukan," kata Agung.

Laporan yang masuk akan langsung diteruskan ke dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti secara transparan.

Tak hanya soal infrastruktur, faktor keselamatan warga juga menjadi prioritas utama dengan adanya fitur panic button. Fitur darurat ini dirancang untuk situasi genting, seperti kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) atau ancaman kriminalitas, di mana warga dapat meminta bantuan instan yang terkoneksi langsung dengan pihak berwajib.

Menariknya, aplikasi AMAN juga menyentuh sisi humanis penggunanya melalui fitur "Pojok Curhat". Agung Nugroho menyebutkan bahwa tersedia layanan psikolog bagi warga yang membutuhkan bimbingan konseling.Fitur ini secara khusus menyasar kaum muda agar memiliki wadah sehat untuk berbagi keluh kesah dan mendapatkan masukan profesional.

"Ke depan, jangkauan aplikasi ini akan terus diperluas hingga menyentuh akar rumput di tingkat RT dan RW. Dengan konektivitas yang mencapai level lingkungan terkecil, pemerintah berharap setiap aspirasi dan masalah warga dapat terdeteksi lebih dini dan ditangani secara lebih personal oleh perangkat pemerintah setempat," jelas Agung.

Bagi masyarakat yang ingin merasakan kemudahan ini, aplikasi AMAN sudah dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store. Kehadiran aplikasi ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi Kota Pekanbaru dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih modern, aman, dan tentunya nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Pemerintahan

Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Agung Terima Penghargaan

Pemerintahan

Apel Kesiapsiagaan Karhutla Bersama Menteri LHK, Wawako Markarius Anwar Imbau Warga Waspada El Nino Ekstrem

Pemerintahan

PAD Pekanbaru Tembus Rp1,2 Triliun

Pemerintahan

PAD Naik Signifikan, Wako Agung: Masyarakat Pekanbaru Rasakan Manfaat Pajak

Pemerintahan

DLHK Pekanbaru Olah Sampah dan Tembakau Menjadi Kompos Bernilai