Bengkalis Segera Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Redaksi - Senin, 02 Februari 2026 13:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/02/_4563_Bengkalis-Segera-Tetapkan-Status-Siaga-Darurat-Karhutla.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Setelah melewati masa banjir di sejumlah wilayah, Provinsi Riau kini mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Memasuki awal Februari 2026, beberapa titik api telah terpantau di beberapa daerah yang menjadi perhatian serius.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mencatat sedikitnya enam kabupaten dan kota telah terdampak Karhutla. Sebagian kebakaran berhasil ditangani dengan cepat, meski di beberapa lokasi petugas gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Bengkalis bergerak cepat dengan memproses penetapan status siaga darurat Karhutla tahun 2026. Saat ini, surat keputusan (SK) penetapan status tersebut tengah dalam tahap penyelesaian.

"Bengkalis segera menetapkan status siaga darurat Karhutla. SK-nya sedang dalam proses," ujar Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Ghafur, Senin (2/2/2026).

Jim menjelaskan, hingga saat ini Bengkalis menjadi daerah pertama yang secara resmi memproses penetapan status siaga darurat Karhutla. Sementara kabupaten dan kota lainnya masih dalam tahap pemantauan dan evaluasi kondisi di wilayah masing-masing.

Penetapan status siaga darurat di tingkat kabupaten dan kota dinilai sangat strategis. Pasalnya, untuk menetapkan status siaga darurat Karhutla di tingkat provinsi, minimal harus ada tiga daerah yang terlebih dahulu menetapkan status serupa.

"Oleh karena itu, kami terus mendorong daerah-daerah yang rawan atau sudah mengalami Karhutla agar mempertimbangkan penetapan status siaga, terutama jika potensi kebakaran semakin meningkat," jelasnya.

Saat ini, Provinsi Riau sendiri masih berada dalam status bencana hidrometeorologi hingga akhir Februari. Kondisi ini membuat kewaspadaan harus ditingkatkan, mengingat cuaca yang cenderung tidak menentu.

BPBD Riau juga terus menjalin koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca. Pemantauan dilakukan mulai dari potensi hujan hingga perkiraan masuknya musim panas di wilayah Riau.

"Sejak awal Januari, cuaca memang cukup dinamis. Kadang panas, lalu turun hujan lagi. Di Riau ini ada dua periode musim panas, sekarang bisa dibilang masih tahap pemanasan," terang Jim.

Di tengah kondisi tersebut, BPBD Riau mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan Karhutla. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat, diharapkan potensi Karhutla di Riau dapat ditekan sejak dini, sehingga dampak yang lebih luas dapat dicegah.

Warga juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta lebih berhati-hati dalam aktivitas yang berpotensi memicu api.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan dan selalu waspada. Hal-hal kecil seperti puntung rokok yang masih menyala harus benar-benar dipastikan padam sebelum dibuang ke lokasi lahan yang mudah terbakar," pesannya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Sumber Air Pemadaman Karhutla, Plh Bupati Yuliantini Tinjau Normalisasi Parit 18

Pemerintahan

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau Tinjau Pemadaman Karhutla di Sekitar TN Zamrud

Pemerintahan

Lahan Terbakar di Riau Sudah Mencapai 18.770 Hektare

Pemerintahan

Naik Signifikan, Jumlah Hotspot Riau Pagi Ini 346, Sumatera Rekor 4.229 Titik

Pemerintahan

Sempat Padam, Api Karhutla Sungai Beringin Tembilahan Kembali Menyala

Pemerintahan

Hotspot Riau Melonjak Lagi Pagi ini 234 Titik