Pemda Diminta Siapkan Data Korban Banjir Sumatera untuk Hunian Baru

Redaksi - Jumat, 26 Desember 2025 14:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/12/_3830_Pemda-Diminta-Siapkan-Data-Korban-Banjir-Sumatera-untuk-Hunian-Baru.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Bencana banjir dan longsor yang meluluhlantakkan rumah warga di Sumatera Barat.(Foto: Antara)
kabarmelayu.comJAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) secepatnya menyiapkan data masyarakat terdampak bencana secara akurat, serta memastikan kesiapan lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) yang clear and clean.

Langkah ini dinilai penting agar proses penanganan pascabencana dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Tito mengatakan, pemerintah bersama berbagai pihak tengah bergotong royong membangun 2.600 unit huntap bagi korban bencana di tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh.

"Huntap tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana," kata Tito dalam keterangannya pada Jumat (26/12/2025).

Tito menegaskan kecepatan pembangunan huntap sangat bergantung pada kesiapan daerah, terutama dalam penyediaan data korban serta lahan yang clear and clean. Adapun clear and clean yang dimaksud, yaitu lahan yang status hukumnya jelas dan aman, layak secara teknis untuk dibangun, tidak menimbulkan dampak lingkungan, serta tetap dekat dengan lingkungan sosial masyarakat seperti pasar, akses logistik, sekolah, dan tempat ibadah.

"Jadi makin cepat menyiapkan lahan yang clear and clean, maka otomatis akan bergerak kita cepat juga. Karena enggak mungkin akan dibangun tanpa clear and clean," ujar Tito.

Berdasarkan data terkini, groundbreaking pembangunan huntap telah dilakukan di sejumlah daerah di Provinsi Sumut. Langkah serupa akan segera dilakukan di Aceh dan Sumbar, seiring dengan kesiapan lahan dan kelengkapan data di daerah tersebut.

"Nah, kemudian kita memang harus bergerak cepat juga untuk ke Aceh (dan Sumbar)," ujar Tito.

Dia mendorong pemda setempat memprioritaskan penyiapan lahan sebagai lokasi pembangunan. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar penanganan pascabencana dapat memanfaatkan lahan milik pemerintah, baik pusat, daerah, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain melalui skema gotong royong, pemerintah telah menyiapkan penanganan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang jumlah unitnya jauh lebih banyak. Dengan demikian, Tito memastikan seluruh korban terdampak akan tetap tertangani. Bahkan, pemerintah telah menyiapkan skema bantuan bagi masyarakat yang rumahnya rusak ringan dan sedang,

"Tolong segera untuk mengoordinasikan dengan kepala daerah yang terdampak, bupati, wali kota, (untuk kerusakan) yang ringan dan sedang ini secepat mungkin untuk didata by name by address, dan diserahkan kepada BNPB. Supaya BNPB segera untuk verifikasi, setelah itu langsung diberikan (bantuan)," ujar Tito.

Republika

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Polsek Kandis Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran Rumah di Kampung Kandis

Pemerintahan

Pekanbaru Status Siaga Darurat Bencana Karhutla

Pemerintahan

526 Rumah dan Fasum di Kuansing Terdampak Banjir

Pemerintahan

Kemnaker Buka Pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026

Pemerintahan

Curah Hujan di Pekanbaru Tinggi, Pemko Maksimalkan Penanganan Banjir

Pemerintahan

Duka Pulau Kijang, Bupati Inhil Hadir Salurkan Bantuan Kepada Masyarakat