kabarmelayu.comBENGKALIS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis siap memasok sebanyak 140 ton sampaah setiap hari untuk pasokan Pengelolaan
Sampah untuk Energi Listrik (
PSEL). Rencananya,
PSEL akan dibangun di Jalan Garuda Sakti, Kabupaten Kampar.
Hal itu terungkap saat Bupati Bengkalis diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra yang didampingi Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agus Susanto, menghadiri Rapat Tindak Lanjut Verifikasi Lapangan terhadap Pengelolaan Sampah untuk Energi Listrik (PSEL) di Ruang Rapat Wakil Gubernur Riau Pekanbaru, Rabu kemarin,
Rapat dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dengan moderator Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, serta dihadiri Asisten I Setda Provinsi Riau M. Job Kurniawan dan Bupati/Wali Kota se-Provinsi Riau.
Rapat membahas tindak lanjut hasil verifikasi lapangan terkait kesiapan daerah dalam mendukung rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan berlokasi di Jalan Garuda Sakti, Kabupaten Kampar. Pemerintah Provinsi Riau menargetkan total pasokan sampah dari kabupaten/kota minimal 1.000 ton per hari sebagai bahan baku energi listrik.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Bengkalis menyatakan komitmen menyediakan sampah yang bersumber dari Kecamatan Mandau, Bathin Solapan, dan Pinggir. Dengan catatan bahwa sampah dijemput langsung ke depo pengumpulan dan tidak diantarkan oleh pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra, TH, menyampaikan, Pemkab Bengkalis mendukung penuh program PSEL sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah sekaligus upaya menghadirkan energi ramah lingkungan di Provinsi Riau.
"Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen menyediakan pasokan sampah sebanyak 140 ton per hari yang telah disesuaikan dengan potensi timbulan sampah serta kesiapan sistem pengelolaan persampahan di daerah. Komitmen ini tidak hanya berbicara angka, tetapi juga kesiapan teknis dan tata kelola yang berkelanjutan," ujar Sekda.
Pemkab Bengkalis telah memiliki data persampahan yang terverifikasi serta didukung oleh keberadaan TPS 3R, bank sampah, rumah kompos, dan fasilitas pengelolaan sampah lainnya yang terus diperkuat secara bertahap. Hal tersebut menjadi modal penting dalam mendukung kelancaran pasokan sampah menuju fasilitas PSEL.
"Kami juga menyampaikan catatan teknis bahwa sampah akan dijemput langsung ke depo pengumpulan agar sistem distribusi lebih efektif dan tidak membebani pemerintah daerah. Ini merupakan bagian dari kesepakatan bersama untuk memastikan rantai pasok sampah menuju fasilitas PSEL dapat berjalan optimal," jelasnya.
Lebih lanjut, Sekda Bengkalis menegaskan bahwa program PSEL sejalan dengan kebijakan nasional dan daerah dalam mendorong pengurangan sampah ke TPA, penguatan ekonomi sirkular, serta pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
"Melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, kami optimistis PSEL dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menghadirkan sumber energi alternatif yang bersih dan berkelanjutan. Pemkab Bengkalis siap berkolaborasi dan menjalankan komitmen yang telah disepakati demi kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan," tutupnya.
Sementara itu, Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan apresiasi atas komitmen seluruh kabupaten/kota. Ia menegaskan bahwa berdasarkan paparan masing-masing daerah, total komitmen pasokan sampah telah melampaui batas minimum 1.000 ton per hari, sehingga rencana pembangunan fasilitas PSEL dinilai layak untuk dilanjutkan.
Rapat diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Komitmen Penyediaan Sampah oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota, yang diketahui langsung oleh Plt. Gubernur Riau dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, sebagai bentuk keseriusan bersama dalam mendukung percepatan pembangunan PSEL di Provinsi Riau.