kabarmelayu.comSIAK - Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir di sejumlah wilayah yang dianggap rawan banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Siak, Novendra Kasmara mengatakan, ada empat kecamatan rawan banjir saat curah hujan tinggi, yakni Mempura, Koto Gasib, Sungai Mandau, dan Pusako.
"Kami imbau masyarakat tetap waspada. Mari gotong royong membersihkan parit dan drainase agar aliran air tidak terhambat," ungkap Novendra, Selasa.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah kecamatan untuk memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir di lapangan.
Ia juga menyampaikan beberapa imbauan penting untuk seluruh pemangku kepentingan maupun masyarakat sebagai upaya mengurangi dampak bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Imbauan tersebut yakni, pertama; meminta masyarakat terus memantau kondisi cuaca terkini secara cermat berdasarkan informasi resmi BMKG, serta menyebarluaskan informasi kebencanaan secara tepat dan berbasis data pemerintah.
Kedua, pemantauan dan perbaikan infrastruktur secara berkala, termasuk normalisasi sungai dan pembangunan dinding penahan tebing sebagai upaya pengendalian banjir dan longsor.
Ketiga, apabila terjadi bencana, BPBD dan perangkat daerah harus segera melakukan pertolongan cepat, pendataan jumlah korban dan kerugian, serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak sesuai Standar Pelayanan Minimal.
Selanjutnya, koordinasi dengan dinas terkait di tingkat kabupaten/kota terus ditingkatkan untuk memastikan alur penanganan bencana berjalan efektif.
Selain itu, diingatkan pula pentingnya optimalisasi peran camat melalui Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana dan Desa Tangguh Bencana sebagai garda terdepan penanggulangan di wilayah masing-masing.
"Pemerintah daerah sudah menetapkan status darurat bencana dan membentuk Pos Komando Penanganan Darurat Bencana," tambahnya.