Pembangunan Jalan Harus Sentuh Pelosok Desa

Redaksi - Kamis, 11 September 2025 15:23 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/09/_600_Pembangunan-Jalan-Harus-Sentuh-Pelosok-Desa.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
kabarmelayu.comPEKANBARU- Pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Riau masa bakti 2025-2029 di Hotel Pangeran, Kamis (11/9/2025), diwarnai semangat baru untuk memperkuat sinergi. Kegiatan yang dirangkaikan dengan workshop teknik itu menjadi wadah berkumpulnya pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga para profesional di bidang jalan.

Gubernur Riau diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menekankan pembangunan jalan tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah butuh dukungan dari banyak pihak agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Bukan hanya di kota besar, tetapi juga hingga ke desa-desa.

"Kami percaya, dengan kolaborasi yang erat dan komunikasi terbuka, kita mampu melahirkan terobosan-terobosan penting bagi pembangunan infrastruktur jalan di Riau," kata Syahrial Abdi.

Infrastruktur jalan, kata Syahrial Abdi adalah urat nadi pembangunan. Keberadaan jalan yang layak bukan saja memudahkan pergerakan masyarakat, tapi juga memperkuat konektivitas ekonomi, membuka akses pendidikan, dan menyatukan daerah yang berjauhan. Dengan kata lain, kualitas jalan menentukan kualitas kehidupan masyarakat.

Riau, lanjut Sekda, memiliki tantangan yang cukup berat. Luas wilayah, kondisi tanah gambut, dan keterbatasan anggaran menjadi hambatan nyata. Di sinilah, HPJI diharapkan hadir memberi solusi. Sebagai wadah profesional jalan dan jembatan, Sekda memandang organisasi ini bisa melahirkan gagasan baru sekaligus memastikan pembangunan tetap pada jalurnya.

Selain itu, HPJI diminta tak hanya sekadar berfungsi sebagai organisasi, tetapi menjadi mitra strategis pemerintah. Kehadirannya, diharapkan dapat memberi masukan yang objektif, mendorong inovasi, sekaligus menjamin standar mutu pembangunan.

"Sehingga setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan, benar-benar menghasilkan jalan yang kokoh, aman, dan tahan lama," tegas Syahrial Abdi.

Dia juga mengingatkan agar pembangunan infrastruktur tak boleh hanya terfokus di ibu kota provinsi saja. Pembangunan yang adil adalah pembangunan yang menyentuh semua lini, dari pusat kota hingga ke kampung, dari daerah mudah dijangkau hingga pelosok yang sulit ditempuh.

"Komitmen kami, pembangunan di Riau tidak boleh terpusat hanya di ibu kota provinsi saja. Pembangunan harus menyentuh setiap sudut kampung, menghadirkan infrastruktur yang memadai, pendidikan yang mencerahkan, dan ekonomi yang berkeadilan," tutupnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Program SNT, Pusat Setujui Pembangunan Unit Sekolah Baru di Kulim

Pemerintahan

SF Hariyanto Ingin Pembangunan Fisik di Sekolah Dilaksanakan OPD Teknis

Pemerintahan

PT KTU Tunjukkan Komitmen Sosial Lewat Perbaikan Jalan Warga

Pemerintahan

Pemerataan Infrastruktur, Semenisasi Jalan Lingkungan Pekanbaru Tahun Ini Ditargetkan Lebih dari 20 Kilometer

Pemerintahan

Sinergi Bangun Desa: PT Conch dan Pemdes Tualang Teken MoU Pembangunan Jalan Kampung

Pemerintahan

Agung Nugroho: Perbaikan Jalan Tahun Ini Harus Lampaui 42 Km