Orang Hilang Ditemukan Berkat Layanan Pengaduan Bengkalis Siaga 112

Redaksi - Jumat, 05 September 2025 14:54 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/09/_9984_Orang-Hilang-Ditemukan-Berkat-Layanan-Pengaduan-Bengkalis-Siaga-112.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Bengkalis Siaga 112.(Foto: Diskominfotik)
kabarmelayu.comBENGKALIS - Dua orang yang hilang di areal PT. Akasia Bukit Kerikil berhasil ditemukan. Penemuan keduanya setelah petugas bergerak cepat usai menerima laporan melalui sambungan Layanan Pengaduan 112, Kamis (4/9/2025).

Bermula sekitar pukul 14.00 WIB, petugas operator layanan panggilan darurat Bengkalis Siaga 112 yang bermarkas di kantor Bupati Bengkalis, mendapat panggilan pengaduan dari Hendrizal Manulang. Pelapor menyampaikan hilangnya dua orang temannya yakni Eko dan Hendra.

Diketahui, keduanya pergi memikat burung sejak Rabu 3 September 2025 di hutan PT. Akasia Desa Bukit Kerikil.

Mendapat laporan kehilangan itu, petugas operator piket dari Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bengkalis, sesuai prosedur tetap (protap) langsung meneruskan laporan ke petugas Damkar, SAR dan kepolisian.

Begitu mendapat laporan tersebut, jajaran Polres Bengkalis merespon dan berkoordinasi dengan petugas Bhabinkamtibmas Tasik Serai dan Bhabinkamtibmas Bukit Kerikil serta pihak perusahaaan PT. SPA maupun warga Tasik Serai.

Penelusuran di lapangan, akhirnya diperoleh informasi tentang keberadaan Eko dan Hendra telah ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis, Suwarto, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang merespon cepat panggilan darurat 112 dari warga. Ini membuktikan, kehadiran panggilan darurat 112 yang mulai diujicoba awal Agustus lalu sudah dirasakan oleh warga.

Dikatakan Suwarto, pada masa uji coba, layanan panggilan darurat 112 ini baru beroperasi pada siang hari, yakni mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB selama hari kerja.

Selama ini, petugas operator sudah menerima berbagai laporan, seperti gangguan hewan lebah, kabel terjuntai di jalan, laporan orang hilang, gangguan listrik padam dan laporan ular masuk rumah.

"Alhamdulillah, setiap panggilan pengaduan langsung direspon cepat oleh petugas untuk melakukan penanganan, seperti petugas Damkar maupun petugas PLN," ujarnya.

Warga bisa memanfaatkan panggilan 112, tanpa dipungut biaya atau gratis. Setiap panggilan tentang kedaruratan maupun pengaduan Kamtibmas langsung direspon petugas.

"Mohon maaf, untuk panggilan pada malam hari dan hari libur, belum bisa dilayani petugas operator," ungkapnya.

Suwarto menambahkan, selama masa uji coba, tak jarang petugas menerima laporan prank dari oknum-oknum usil. Bahkan termausk panggilan dari anak-anak yang meminta dibukakan blokir handphone.

"Hal itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kami khususnya petugas operator," tutur Suwarto.(inf/her)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Tekan 112, Layanan Respons Cepat Terpadu 24 Jam untuk Warga Pekanbaru

Pemerintahan

BPBD Riau Dorong Kabupaten dan Kota Segera Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Pemerintahan

Perluas Layanan Pengaduan 112, Pemko Pekanbaru Gandeng Polresta dan Kodim

Pemerintahan

Kampar Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana

Pemerintahan

Darurat Bencana Hidrometeorologi, Pemko Pekanbaru Siapkan BTT untuk Penanganan Bencana

Pemerintahan

Riau Tambah Dana Darurat, Evaluasi Total Anggaran!