Ulama Berperan Penting Membangun Daerah

Redaksi - Jumat, 16 Mei 2025 20:22 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/05/_5224_Ulama-Berperan-Penting-Membangun-Daerah.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Gubernur Abdul Wahid bersama ulama saat menghadiri halal bihalal dan Silaturahmi MUI Riau bersama organisasi kemasyarakatan Islam.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU- Ulama berperan penting dalam membangun daerah. Di sisi lainnya, ulama juga penting menjaga persatuan umat. Demikian diungkapkan Gubernur Riau Abdul Wahid saat menghadiri halal bihalal dan Silaturahmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau bersama organisasi kemasyarakatan Islam di Gedung Daerah Balai Serindit, Jumat (16/5/2025).

Dalam kesempatan itu gubernur menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para tokoh agama dan ormas Islam. Ia menyebut bahwa kehadiran ulama adalah tanda bahwa hubungan antara pemerintah dan masyarakat tetap harmonis.

"Kami sangat senang bisa bersama para ulama. Ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah dan tokoh agama tetap terjaga dengan baik," ujar Abdul Wahid.

Ia menambahkan bahwa ulama bukan hanya sekadar pengeluar fatwa, tetapi juga memiliki peran luas dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam menjaga nilai-nilai adat. Menurutnya, sinergi antara ulama, pemerintah, dan pemuka adat adalah kunci keberhasilan pembangunan di Riau.

"Ulama adalah mitra strategis. Mereka bukan hanya simbol keagamaan, tetapi juga penggerak sosial yang memiliki peran besar dalam menyatukan umat dan menjaga budaya," jelas Gubernur.

Gubernur Wahid juga menyoroti pentingnya persatuan di tengah perbedaan. Ia menyampaikan bahwa jika di masa lalu sempat ada perbedaan pandangan, saat ini semua pihak harus bersatu demi masa depan daerah.

"Persatuan adalah fondasi dalam membangun bangsa dan daerah. Hari ini kita bersatu karena kita sadar bahwa membangun Riau membutuhkan kerja sama semua pihak," katanya.

Ia juga mengapresiasi peran MUI sebagai rujukan moral dan spiritual bagi masyarakat Riau yang mayoritas beragama Islam. Pemerintah, katanya, sangat membutuhkan kontribusi MUI dalam menyebarkan pemahaman agama yang damai dan menyejukkan.

"Riau adalah tanah Melayu yang kaya budaya dan nilai keislaman. Ulama dan lembaga agama harus menjadi penjaga nilai itu agar tidak tercabut dari akar kita," ujarnya.

Dalam upayanya membangun Riau bermarwah, Abdul Wahid juga menyinggung pentingnya memajukan industri budaya Melayu. Ia menargetkan Riau menjadi pusat kuliner halal dan kota berkonsep waterfront city, termasuk revitalisasi kawasan kota tua di Pekanbaru.

"Tahun ini kita mulai desain Islamic Center di bekas arena MTQ. Insyaallah 2026 pembangunannya dimulai. Ini akan menjadi simbol kehidupan Melayu Islam di Riau," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak semua pihak untuk terus menjaga kebersamaan, menghargai perbedaan, dan bekerja sama demi kemajuan BumiLancangKuning.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Wawako Markarius Apresiasi Gelar Budaya Melayu Islam DMDI Pekanbaru

Pemerintahan

Wako Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Indonesia Bebas Karhutla

Pemerintahan

Temui Wapres Gibran Rakabuming, Bupati Siak Perjuangkan Hak DBH bagi Daerah Penghasil SDA

Pemerintahan

Bupati Afni Temui Arwin AS Bersama Direktur BSP, Bahas Masa Depan Perusahaan Daerah

Pemerintahan

Silaturahmi Ulama dan Umara di Kediaman Ustadz Anton Susanto, Menjaga Keutuhan Bangsa

Pemerintahan

Cahaya Islam di India, Jejak Peradaban Islam di Negeri Bollywood