Gubernur Wahid Tanam Pohon di Rohil, Cerminan Jati Diri Melayu

Redaksi - Jumat, 09 Mei 2025 14:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/05/_620_Gubernur-Wahid-Tanam-Pohon-di-Rohil--Cerminan-Jati-Diri-Melayu.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Gubernur Riau Abdul Wahid melakukan penanaman pohon di Kawasan Kantor Bupati Kabupaten Rokan Hilir.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comROHIL - Gerakan menanam pohon yang dilakukan di Kawasan Kantor Bupati Kabupaten Rokan Hilir menjadi momentum penting dalam menumbuhkan semangat masyarakat untuk mencintai dan melestarikan lingkungan hidup. Terlebih, menjaga alam adalah bentuk cerminan jati diri masyarakat Melayu.

Agenda tersebut dilakukan oleh Gubernur Riau Abdul Wahid dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan. Diikuti juga bersama Bupati Rohil Bistamam didampingi Wakil Bupati Rohil Jhony Charles, Gubernur pada masanya Rusli Zainal serta jajaran Forkopimda.

Dikatakan, Gubri Abdul Wahid, bahwa budaya menanam dan merawat pohon sejatinya merupakan bagian dari warisan luhur masyarakat Melayu. Oleh karena itu, sebagai pemimpin di Riau harus mampu mengajak warga untuk peduli terhadap lingkungan.

"Gerakan menanam pohon itu artinya mencerminkan budaya Melayu yang terus-menerus menghargai pohon. Karena bagi orang Melayu, apa tanda orang beradat pohon jangan sekali-kali dikerat. Apa tanda kalau kita ingin selamat kepada alam selalu bersahabat," ujar Gubri di Halaman Kantor Bupati Rohil, Bagansiapiapi, Jumat (09/05/2025).

Dijelaskan, menjaga kelestarian pohon sama artinya dengan menjaga kesinambungan kehidupan. Menurutnya, pohon bukan hanya simbol kehidupan, tetapi juga sumber kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya.

"Dengan pohon tentu ada kehidupan yang akan berkembang. Menebang pohon ini bukan gerakan orang Melayu, menghancurkan alam bukan gerakan orang Melayu," jelasnya.

Ia mengajak masyarakat Riau untuk menyadari bahwa budaya Melayu sangat menghormati alam. Oleh sebab itu, pelestarian lingkungan harus dijadikan sebagai bagian dari identitas dan jati diri.

"Kalau kita merasa orang Melayu, mari melestarikan pohon dan alam ini sebagai jati diri orang Melayu. Saya dan Pak Kapolda Riau ingin menunjukkan kepada semuanya, ayo di tanah bumi Melayu kita rawat budaya, kita rawat alam. Maka itulah tagline kita melindungi tuah, menjaga marwah," tambahnya.

Gubri menekan berkah kehidupan berasal dari alam yang terjaga. Oleh karena itu, menurutnya, upaya merusak alam, seperti penebangan pohon liar, adalah bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai leluhur.

"Tuah kita ada di alam, alam telah memberikan kita kehidupan. Tinggal tata kelola yang harus kita perbaiki," tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menuturkan gerakan ini sebagai bentuk komitmen moral seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengimbau semua pihak ikut serta menyebarkan kesadaran akan pentingnya penanaman pohon.

"Maka ini adalah bentuk menunjukkan komitmen moral kita bersama kepada seluruh masyarakat Riau untuk mencintai alam dan melestarikan lingkungan. Kami ingin adanya peran aktif dari kita semua untuk mensosialisikan bahwa pentingnya kita melakukan penanaman pohon," tuturnya.

Kapolda Irjen Herry menyoroti pentingnya kesadaran pribadi untuk menciptakan keseimbangan dengan alam. Hal itu lantaran, cinta lingkungan harus dimulai dari rasa saling peduli antara manusia dengan alam.

"Yang jelas untuk melakukan transformasi di pribadi kita, kita harus terus berbuat kebajikan. Bukan saja kebajikan antarkita, tetapi kebajikan juga kita berikan kepada seluruh makhluk hidup yang ada. Saya mengajak semua saling cinta, bukan hanya saling cinta antarmanusia dengan manusia, tetapi kita saling cinta antara manusia dengan alam, dengan pohon, dengan lingkungan." tukasnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69

Pemerintahan

Rutin, Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Tinjau Perkembangan Tanaman Jagung untuk Ketahanan Pangan

Pemerintahan

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Cek Tanaman Cabai Dukung Ketahanan Panga

Pemerintahan

Bhabinkamtibmas Kelurahan Simpang Empat Ajak Warga Tanam Tanaman Produktif Dukung Ketahanan Pangan

Pemerintahan

Polsek Kandis Siapkan 15 Hektare Lahan Jagung, Wujud Nyata Dukungan Polri terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintahan

Polisi Tanam Harapan di Hari Bumi 2026, Kandis Bergerak untuk Masa Depan Hijau