Bahas Pengungsi Rohingya, Pemko Pekanbaru dan Audiensi dengan IOM

Redaksi - Selasa, 06 Mei 2025 17:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/05/_8184_Bahas-Pengungsi-Rohingya--Pemko-Pekanbaru-dan-Audiensi-dengan-IOM.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Pertemuan Wawako Markarius Anwar dengan perwakilan IOM membahas pengungsi Rohingya di Pekanbaru.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar menggelar audiensi bersama perwakilan International Organization for Migration (IOM). Kegiatan berlangsung di ruang rapat kediaman Wali Kota, Selasa (6/5/2025).

Audiensi guna membahas kondisi terkini para pengungsi asing, khususnya pengungsi etnis Rohingya yang saat ini semakin bertambah di Pekanbaru.

Usai pertemuan, Markarius mengungkapkan Pemerintah Amerika Serikat dan Uni Eropa telah menyalurkan bantuan untuk para imigran asing melalui IOM yang selanjutnya disalurkan kepada Pemerintah Indonesia. Kunjungan IOM pihak IOM kali ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi para pengungsi yang kini menempati tenda-tenda darurat di lahan milik masyarakat.

"Kami berharap mereka dapat melihat langsung kondisi riil para pengungsi di Pekanbaru. Jumlahnya terus bertambah dan mereka tinggal di tenda-tenda kosong dengan kondisi seadanya. Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi perhatian, khususnya bagi Pemerintah Amerika Serikat sebagai salah satu negara pendonor," harap Wawako.

Pemko Pekanbaru telah mengusulkan agar para pengungsi direlokasi ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Hal ini demi meningkatkan kualitas tempat tinggal mereka. Namun biaya operasional dan relokasi ini diharapkan dapat ditanggung oleh negara-negara pendonor yang selama ini menyalurkan bantuannya melalui IOM.

"Kalau memungkinkan, para pengungsi ini kami fasilitasi untuk dipindahkan ke rusunawa. Namun tentu pembiayaannya kami harap ditanggung oleh Pemerintah Amerika Serikat, karena mereka merupakan pendonor utama dalam program ini," jelas Markarius.

Pemko Pekanbaru kini menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan IOM dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) selaku lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan pengungsi internasional.

Pemko Pekanbaru ingin agar para pengungsi bisa diperlakukan lebih manusiawi dengan penyediaan tempat tinggal yang layak dan fasilitas akomodasi yang memadai.

"Kami sempat khawatir dengan perubahan kepemimpinan di Amerika Serikat, takutnya ada perubahan kebijakan luar negeri terkait pengungsi. Tapi tadi kami mendapat kabar bahwa bantuan masih bisa dilanjutkan. Semoga ini menjadi perhatian bersama," pungkas Markarius Anwar.


Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Wakil Panglima TNI Tinjau Pengungsi Banjir di Takengon dan Pidie Jaya

Pemerintahan

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Tinjau Posko Pengungsian dan Dapur Lapangan di Padang Pariaman

Pemerintahan

Pengungsi Rohingya Direncanakan Dipindah ke Palas

Pemerintahan

Meresahkan, 770 Pengungsi Rohingya di Pekanbaru akan Dikumpulkan di Satu Pemukiman