Gubernur Wahid Boyong Bupati dan Wali Kota se-Riau, Lobi Menteri Investasi

Redaksi - Selasa, 06 Mei 2025 11:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/05/_5464_Gubernur-Wahid-Boyong-Bupati-dan-Wali-Kota-se-Riau--Lobi-Menteri-Investasi.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Gubernur Abdul Wahid memboyong seluruh bupati dan wali kota di Riau menemui Menteri Rosan Roeslani.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comJAKARTA - Gubernur Riau Abdul Wahid melakukan gebrakan strategis dengan melobi langsung Menteri Investasi, Rosan Roeslani, Senin (5/5/2025). Agenda ini untuk mempercepat pembangunan infrastruktur krusial di Bumi Lancang Kuning.

Kepada menteri, Abdul Wahid memaparkan urgensi rel kereta api batubara rute Dumai-Indragiri Hulu. Tujuannya sebagai solusi cerdas mengatasi kerusakan jalan parah yang menghambat laju ekonomi Riau.

"Kita di Riau punya sumber daya alam seperti batubara. Saya minta didorong adanya rel kereta api dari Dumai sampai ke Indragiri Hulu. Ini penting agar angkutan barang tidak membebani jalan kami yang sekarang rusak parah," tegas Gubri Abdul Wahid, menyuarakan keluhan mendalam atas kondisi jalan Riau yang memprihatinkan.

Bisa dibayangkan, jalan yang seharusnya kuat menahan beban 8 ton, setiap harinya harus berjuang menahan truk-truk raksasa bermuatan 45 ton batubara. Tak heran, jalan-jalan Riau bak medan perang, hancur lebur hanya dalam hitungan bulan.

"Seharusnya umur jalan bisa 15 sampai 20 tahun, tapi kenyataannya baru 5 bulan diperbaiki sudah hancur lagi karena over capacity pak menteri. Kalau ada rel kereta, bupati bisa lebih mudah merawat jalan yang ada," ungkap Abdul Wahid.

Tak hanya jalan, Gubri Abdul Wahid juga menyoroti dampak dahsyat banjir PLTA Koto Panjang yang melumpuhkan jalan nasional hingga dua bulan lamanya. Air sungai yang meluap sangat mengganggu aksesibilitas dan perekonomian masyarakat.

"Kami minta ada bendungan tambahan untuk menahan air saat pintu dibuka. Jangan sampai jalan lintas Sumatera tidak bisa dilalui selama berbulan-bulan," urainya.

Menteri Investasi, Rosan Roeslani merespons optimis. Ia menjelaskan, investasi nasional kini dikelola Danantara Aset Management dengan fokus menciptakan nilai tambah, lapangan kerja dan memperkuat ketahanan pangan dan energi.

"Riau punya kontribusi besar dalam ketahanan energi dan pangan. Kami akan evaluasi potensi mana saja yang bisa kami masuki, apakah secara langsung atau melalui BUMN yang kini berada di bawah Danantara," jelasnya.

Pertemuan Gubri dan Menteri Rosan bukan sekadar formalitas, melainkan ruang diskusi terbuka antara pemerintah daerah dan pusat. Pertemuan ini membuka harapan baru bagi Riau.

Para kepala daerah Riau turut menyuarakan kebutuhan infrastruktur, energi dan pelayanan dasar, menunjukkan soliditas dan semangat kolaborasi untuk kemajuan Riau.

Dukungan pemerintah pusat, khususnya realisasi proyek rel kereta api batubara dan pengendalian banjir, diharapkan menjadi investasi konkret yang membawa dampak positif bagi masyarakat Riau.

"Mari kita kawal bersama, agar mimpi Riau memiliki infrastruktur yang kokoh dan berkelanjutan segera terwujud," ungkap gubernur.

Riau berharap solusi jangka panjang dari Menteri Rosan dan perhatian serius dari pemerintah pusat.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Riau dan Singapura Bahas Pengembangan Kawasan Industri

Pemerintahan

Universitas Paramadina Resmikan Galeri Investasi Syariah: Gen Z Didorong Melek Pasar Modal

Pemerintahan

Realisasi Investasi Pekanbaru Triwulan I 2025 Rp1,32 Triliun

Pemerintahan

Rosan Roeslani di Universitas Paramadina: Investasi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintahan

Bupati Afni: Anak adalah Investasi Masa Depan Bagi Orang Tua

Pemerintahan

Gubernur Wahid Tegaskan Premanisme Harus Diberantas