kabarmelayu.comINHIL - Pembangunan ulang
Jembatan Parit Gading Kecamatan Enok Kabupaten Inhil, dirampungkan. Sebelumnya jembatan ini mengalami kerusakan parah yang menjadi perhatian khusus karena sangat mengganggu mobilitas masyarakat.Respons cepat terhadap keluhan masyarakat terkait kondisi jembatan vital ini ditunjukkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau. ATas instruksi Gubernur Abdul Wahid, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan
Jembatan Wilayah IV Dinas PUPR-PKPP Riau bergerak cepat untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada jembatan tersebut.
Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah IV, Dinas PUPR-PKPP Riau, Ludfi Hardi ST MT menjelaskan, Jembatan Parit Gading memiliki peran krusial sebagai akses utama masyarakat dari Kecamatan Enok menuju Tembilahan. Jembatan sepanjang 20 meter dengan lebar 5 meter ini menjadi tumpuan mobilitas sehari-hari warga.
"Perbaikan Jembatan Parit Gading meliputi penggantian menyeluruh pada rell ban jembatan, gelegar, lantai jembatan, serta tiang penyangga jembatan. Mengingat struktur awal jembatan masih berupa kayu, penggantian tiang juga menggunakan material kayu, khususnya pohon kelapa, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan konstruksi," terang Ludfi Hardi, Ahad.
Jembatan ini telah dilalui kendaraan roda dua maupun empat sejak 2 Mei lalu. Dengan beitu, aksesibilitas masyarakat yang sempat terganggu, kini telah pulih.
Gubernur Abdul Wahid menyampaikan harapannya agar jembatan yang telah dibangun ulang ini dapat kembali mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di tiga kecamatan sekaligus, yakni Tanah Merah, Enok, dan Sungai Batang. Daerah ini memiliki keterhubungan vital melalui akses menuju Tembilahan.
"Perbaikan infrastruktur, termasuk Jembatan Parit Gading ini bagian dari upaya menghadirkan rasa aman dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat. Ini adalah komitmen nyata dari pemerintah provinsi," tutur Abdul Wahid.
Sebelumnya, kondisi jembatan Parit Gading yang memprihatinkan ini menjadi sorotan publik setelah Kepala Desa Simpang Tiga Enok, M. Ilyas, menyampaikan keluhannya melalui sebuah video. M. Ilyas menunjukkan dengan jelas kerusakan parah pada jembatan, dengan bagian bawah yang lapuk dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Sebelum ada tindakan dari pemerintah, warga sempat berinisiatif melakukan perbaikan darurat seadanya. Namun kondisi yang sudah parah itu tidak bisa hanya diperbaiki tambal sulam dan seharusnya dibangun ulang.