Pengembangan Kualitas Imam Masjid di Riau, Pemprov Siapkan Anggaran Pembinaan

Redaksi - Rabu, 23 April 2025 21:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/04/_4667_Pengembangan-Kualitas-Imam-Masjid-di-Riau--Pemprov-Siapkan-Anggaran-Pembinaan.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Abdul Wahid.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU- Gubernur Riau Abdul Wahid menyampaikan komitmennya untuk lebih memperhatikan kesejahteraan dan pengembangan kapasitas para imam masjid, khususnya yang berada di wilayah pedesaan.

Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam pelantikan Pengurus Wilayah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (PW IPIM) Riau di Gedung Daerah Balai Serindit, Rabu (23/4/2025). Bahwa saat ini pihaknya tengah merancang program pembinaan dan pemberian insentif bagi para imam masjid di seluruh pelosok Riau.

Menurutnya, perhatian terhadap imam masjid di desa-desa sangat penting mengingat banyak di antara mereka sudah berusia lanjut.

"Saya juga Pak Menteri, punya program bagaimana imam masjid dapat pembinaan dan insentif dari pemerintah Provinsi Riau. Karena kami tahu kalau masjid-masjid di kota ini Pak Menteri itu sudah bagus, tetapi kalau di kampung-kampung itu perkiraan umurnya sudah 70-80 tahun," ucapnya.

Dituturkan, melihat kondisi tersebut, bisa berpengaruh dengan rendahnya antusiasme masyarakat untuk beribadah di masjid. Banyak masjid di desa yang mulai sepi jamaah, terutama karena minimnya daya tarik dari sisi kualitas imam.

Oleh karena itu, ia mengajak IPIM Riau untuk berkolaborasi dalam menata dan membina para imam, khususnya di daerah-daerah terpencil.

"Nah, sehingga jemaah mau datang ke masjid pun sudah tak ramai. Ke depan bagaimana kami bisa bekerjasama dengan IPIM ini menata imam-imam masjid yang terutama ada di kampung-kampung," tuturnya.

Dijelaskan, pentingnya regenerasi imam masjid dengan mendorong munculnya imam-imam muda yang memiliki semangat, suara merdu, dan kemampuan memimpin ibadah yang baik. Dengan begitu, bisa menjadi daya pikat tersendiri bagi masyarakat, terutama saat salat subuh.

"Imam-imam ini harus lahir dari generasi muda, suaranya lantang, suaranya bagus. Dengan begitu, minat dan daya tarik orang mau datang ke masjid ini semakin ramai," jelasnya.

Dengan kehadiran IPIM Riau ini Wahid yakin bisa membina dan mencari bibit muda untuk menjadi imam.

Abdul Wahid mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun anggaran untuk merealisasikan program pemberdayaan imam masjid tersebut pada tahun 2026. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan Pemprov Riau dalam memakmurkan masjid.

"Insyaallah 2026, saya sudah menyusun anggarannya untuk bagaimana imam masjid ini bisa diberdayakan dalam rangka memakmurkan masjid. Semakin makmur masjid, insyaallah kehidupan kita semakin berkah," tuturnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Wali Kota Pekanbaru Tetapkan Masjid Al Kastoeri sebagai Masjid Paripurna Kota

Pemerintahan

Kemenag Riau Dorong Standarisasi Manajemen Masjid

Pemerintahan

Masjid Al-Ikhlas, Impian yang Tertunda Hingga Jadi Ikon Religius Konawe Selatan

Pemerintahan

Gubernur Wahid Bersama UAS Resmikan Masjid Darul Sa'adah

Pemerintahan

Kepala Bakamla RI Hadiri Peresmian Masjid Ibadurrahman oleh Menteri Agama

Pemerintahan

Kunjungan Kerja Ke Timur Tengah, Panglima TNI Bertemu Panglima Militer Uni Emirat Arab