Sidak ke SDN 010 Ujung Tanjung, Wabup Rohil Temukan Guru PPPK Tak Pernah Masuk Kerja Namun Tetap Terima Gaji

Redaksi - Sabtu, 19 April 2025 17:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/04/_8789_Sidak-ke-SDN-010-Ujung-Tanjung--Wabup-Rohil-Temukan-Guru-PPPK-Tak-Pernah-Masuk-Kerja-Namun-Tetap-Terima-Gaji.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Jhony Charles saat sidal ke SDN 010 Ujung Tanjung.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comROHIL - Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 010 Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih, Sabtu (19/4/2025). Dalam kunjungan itu, Jhony Charles menemukan sejumlah permasalahan serius yang terjadi di lingkungan sekolah.

Salah satu temuan mengejutkan adalah keberadaan seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bernama Neneng Gustiana yang diketahui tidak pernah masuk sama sekali, namun tetap menerima gaji secara rutin yang diperkuat dengan bukti pembayaran gaji.

Selain itu, Jhony Charles juga mengungkap adanya dugaan praktik pungutan liar. Seorang tenaga honor yang telah mengabdi selama 7 tahun dan baru diangkat menjadi PPPK setahun terakhir, diketahui harus membayar sejumlah uang sebesar Rp10 juta kepada oknum berinisial Yn. Ironisnya, meskipun telah berstatus PPPK, tenaga honor tersebut hanya menerima gaji sebesar Rp1 juta.

Tak berhenti di situ, Jhony Charles juga mendapati dua tenaga honor lainnya yang tercatat dalam daftar absensi guru, namun faktanya tidak pernah hadir mengajar di SDN 010 Ujung Tanjung.

Atas temuan ini, ia meminta agar Inspektorat Rokan Hilir segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan tegas.

"Sudah saya sampaikan langsung ke pihak Inspektorat melalui pesan WhatsApp. Saya minta agar PPPK yang sudah lolos dan di-SK-kan harus dicrosscheck, apakah benar masuk kerja atau tidak.

Jika ditemukan ada yang lalai atau bahkan sengaja tidak masuk kerja, saya minta segera ditindak tegas," tegas Wabup.

Selain persoalan guru, Jhony Charles juga menyoroti buruknya kondisi fasilitas sekolah, terutama kebersihan toilet.

Ia menyayangkan kondisi toilet yang kotor, tidak terurus, bahkan pintu-pintu toilet tampak rusak dan lepas, seolah-olah tidak mendapat perhatian dari pihak sekolah.

"SD adalah tempat anak-anak kita belajar tentang kebersihan dan kedisiplinan. Sangat disayangkan jika toilet di sekolah justru dalam keadaan jorok seperti ini," ujar Jhony Charles dengan nada prihatin.

Ia juga mengimbau seluruh sekolah di wilayah Rokan Hilir agar lebih memperhatikan kebersihan, khususnya fasilitas toilet, demi menciptakan kenyamanan dan kesehatan bagi para siswa.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Dua Aktivitas Tambang MBLB Ilegal di Kampar DIhentikan

Pemerintahan

Wako Agung Nugroho Perjuangkan PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu

Pemerintahan

Pemkab Inhil dan Stakeholder Sidak Pasar Jelang Hari Besar Keagamaan

Pemerintahan

Pemprov Riau Lakukan Penyesuaian Jam Kerja ASN Selama Ramadan 1447 H

Pemerintahan

Jelang Imlek dan Ramadhan 1447 H, Harga Stabil, Bapok di Bengkalis Mencukupi

Pemerintahan

Awal Februari PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Siap Bertugas di Tiap RW