Masih Berorientasi Proyek tanpa Realisasi, Gubernur Tuntut Disdik Riau Perbaiki Kinerja

Redaksi - Kamis, 06 Maret 2025 16:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/03/_9926_Masih-Berorientasi-Proyek-tanpa-Realisasi--Gubernur-Tuntut-Disdik-Riau-Perbaiki-Kinerja.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Abdul Wahid.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Gubernur Riau Abdul Wahid mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau untuk memperbaiki kinerja. Sejauh ini kinerja instansi tersebut masih berorientasi kepada proyek tanpa ada yang terealisasi.

Hal itu disampaikan Abdul Wahid saat kunjungan ke Dinas Pendidikan Riau, Kamis (6 Maret 2025). Kunjungan ini bermaksud untuk mencari solusi semua permasalahan yang ada di Dinas Pendidikan Riau.

Salah satu dari masalah yang ingin dituntaskan adalah angka putus sekolah. Gubernur ingin segera membuat angka tersebut menjadi sangat minim.

"Saya ingin menekan angka putus sekolah. Bagaimana caranya agar angka putus sekolah turun. Upayanya apa dan mencari akar permasalahannya. Apakah uangnya tidak ada ataukah jaraknya jauh," ujar Wahid.

Gubernur ingin rencana untuk pendidikan yang lebih baik terlaksana, bukan hanya sekadarrencana dan wacana saja.

Ditekankannya, semua jajaran yang terlibat harus bekerja semaksimal mungkin. Hal itu guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik dengan pendidikan berkualitas.

"Fisik bangunan kantor ini tidak berubah dari dulu, tapi orang-orangnya harus berubah jadi lebih baik. Saya minta semua bekerja semaksimal mungkin," ujarnya.

Wahid turut mengkritik cara penyampaian data dari Dinas Pendidikan. Menurutnya, data yang disampaikan tidak lengkap dan susah untuk dipahami.

"Datanya membingungkan. Saya minta data pastinya, jumlah sekolah, jumlah siswa. Bagaimana saya mau menilai kinerjanya kalau data tidak lengkap. Dinas Pendidikan ini mengurus pendidikan murid, tapi menyajikan data saja seperti ini," tukasnya.

"Saya juga tidak mau Dinas Pendidikan Riau tidak bisa prediksi masalah, tidak bisa cari solusi dari masalah. Lihat dari jumlah murid sekolah, tren pertumbuhan penduduk, angkanya yang putus sekolah berapa? Cari cara mengajak mereka kembali bersekolah," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Riau (Wagubri) SF Hariyanto menambahkan, Dinas Pendidikan tidak seharusnya bekerja sendirian. Kunjungan kerja ini adalah salah satu cara agar masalah pendidikan bisa dicari solusinya.

"Beliau ini kemari ingin tahu apa masalah yang ada di sini, ingin menyikapinya. Tapi penyajiannya tidak lengkap dan tidak sempurna," ucap Wagub.

"Kebdepan dirapatkan lagi apa yang menjadi permasalahannya, diundang Gubernur dan Wakil Gubernur serta semua pihak yang berkepentingan. Dinas Pendidikan jangan bekerja sendirian," ungkap Hariyanto.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Pemerintahan

Evaluasi APBD Riau 2026 Tuntas, Pemprov Diminta Segera Realisasikan

Pemerintahan

Proyek Sport Center di Jalan Kampar Pekanbaru Jadi Sorotan

Pemerintahan

TNI Percepat Konektivitas Aceh: Proyek Jembatan Bailey Dikebut di Titik-Titik Kritis

Pemerintahan

SF Hariyanto: Abdul Wahid Itu Adik Saya!

Pemerintahan

Hari Pertama Tugas Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto Pimpin Rapat Evaluasi APBD