Pekerja Migran Indonesia Senang Ditemui Wamen Christina Aryani, Curhat Ingin Pulang

Redaksi - Jumat, 29 November 2024 20:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/11/_8687_Pekerja-Migran-Indonesia-Senang-Ditemui-Wamen-Christina-Aryani--Curhat-Ingin-Pulang.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Beng/RE
PEKANBARU - Usai menjadi narasumber dalam acara sosialisasi program G to G terkait jalur penempatan tenaga kerja di luar negeri, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Christina Aryani meluangkan waktunya mengunjungi Shelter (tempat perlindungan sementara) BP3MI Riau di Jalan Tamansari, Simpang Tigas, Bukit Raya, Pekanbaru, Jumat, 29 November 2024, siang.

Christina didampingi langsung Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Funny Wahyu Kurniawan beserta rombongan.

Setelah memperkenalkan fasilitas yang tersedia sekitar fisik bangunan penampungan, Christina juga sempat berbincang dengan beberapa pekerja migran ilegal.

Seperti halnya, Sarji Harianto, pria asal Lombok. Pria ini menceritakan semua kejadian yang menimpanya. Mulai diimingi pekerjaan di luar negeri Malaysia, kemudian ia ditangkap dan dideportasi ke Indonesia. Ia mengaku jera dan menyadari telah menjadi korban penipuan orang tidak dikenal.

"Saya kapok, saya ditipu oleh calon. Kini saya hanya ingin pulang untuk berkumpul kembali dengan keluarga,"kata Sarji dengan raut wajah yang sedih.

Beragam cerita duka juga diperoleh dari beberapa pekerja migran yang lainnya. Christina menerima semua keluhan para migran dan memberikan edukasi serta nasehat. Wamen kelahiran 1975 tersebut menjadi para pekerja migran yang ada saat ini untuk dapat segera dipulangkan.

"Pemerintah hadir dalam menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi. Untuk pemulangan akan segera kita lakukan setelah semua tahapan yang dilaksanakan melalui BP3MI. Semuanya akan kita kembalikan kepada keluarganya,"kata Christina kepada wartawan disela kunjungan siang tadi.

Christina juga mengingatkan kepada puluhan PMI di Shelter BP3MI agar tidak lagi melakukan kegiatan ilegal untuk bekerja di sejumlah negara. Bagi masyarakat yang berkenan bekerja di luar negeri, diharapkan dapat mengikuti jalur prosedur yang disiapkan melalui program pemerintah.

"Bagi yangbingin bekerja diluar negeri, silahkan kunjungi BP3MI di masing-masing daerah, dapatkan informasi resmi, persyaratan dan persiapan apa yang harus diperoleh untuk bekerja di negara tujuan," sambung Christina.

Kepala BP3MI Riau, Funny Wahyu Kurniawan menambahkan, pihaknya masih melakukan koordinasi sekaligus menyiapkan kelengkapan berkas dan administrasi terkait pemulangan para PMI dari Shelter BP3MI Riau.

"Sebagaimana yang disampaikan Wamen PPMI, kami masih mempersiapkan kelengkapan yang dibutuhkan terkait pemulangan pekerja migran Indonesia ke kampung halaman masing-masing," tegas Funny.(rls/beng)


Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Pemanfaatan AI di Indonesia Masih Rendah, Menaker: Pekerja Harus Siap Hadapi Perkembangan Teknologi

Pemerintahan

Kasus Keluarga Yaman di Muara Enim, Kesewenang-wenangan Imigrasi dan Kemanusiaan yang Terkoyak

Pemerintahan

Riau Job Fair 2025 Diprediksi Capai 9.000 Pengunjung

Pemerintahan

Riau Job Fair 2025 Tawarkan 2.437 Posisi

Pemerintahan

43 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Kembali DIdeportasi

Pemerintahan

Pekerja Reklame di Pekanbaru Tewas Tersengat Listrik, Tergeletak di Dalam Neon Box