Unri dan BPS Luncurkan Desa Cinta Statistik di 3 Kabupaten, Siak, Bengkalis dan Kepulauan Meranti

Redaksi - Minggu, 20 Oktober 2024 17:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/10/_3101_Unri-dan-BPS-Luncurkan-Desa-Cinta-Statistik-di-3-Kabupaten--Siak--Bengkalis-dan-Kepulauan-Meranti.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Diskominfotik Siak
PEKANBARU - Dalam menunjang pelaksanaan Program Desa Cinta Statistik (CANTIK) pada tahun 2024 ini Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau melaksanakan Webinar Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Desa Cantik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Riau (FMIPA UNRI), yang berlangsung di Aula Lantai 3 BPS Provinsi Riau, Jum'at (18/10/2024).

Dengan mengangkat tema, "Aksi Nyata Pembinaan Desa Cinta Statistik, Demi Mewujudkan Satu Data Desa Indonesia".

Dibuka langsung oleh Rektor UNRI Prof. Dr. Sri Indarti S.E., M.Si melalui daring via zoom dan menyampaikan tujuan dari KKN Sains MBKM Terintegrasi Desa CANTIK merupakan aksi nyata pemberdayaan desa melalui inovasi berbasis sains dengan penataan data desa, ini merupakan sebagai sarana pengembangan kompetensi mahasiswa dalam pemecahan masalah nyata berdasarkan data, serta upaya membangun kemitraan strategis antara UNRI, BPS, pemerintah desa, dan masyarakat.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Siak Drs. Indra Purnama, M.Si yang hadir secara langsung sebagai narasumber mengungkapkan bahwa kampung/desa sebagai hulu pembangunan, dan sekaligus sebagai tapak dasar pengumpulan data sektoral masyarakat, maka perlu pendataan serta pembinaan statistik pada tingkat kampung/desa bisa menghasilkan data berkualitas langsung dari sumbernya.

"Ini merupakan inovasi sangat inovatif dan sangat relevan untuk dilaksanakan, sebab dengan data statistik masyarakat bisa mengarahkan alokasi anggaran pembangunan daerah)ebig tepat sasaran langsung kepada masyarakat melalui satu data", Kata Indra Purnama.

Seiring perkembangan teknologi tentu juga di iringi oleh sumberdaya manusianya, dan inilah langkah awal yang kita cetus bersama melalui progam Cantik ini, semoga dengan kuliah kerja nyata yang dilakukan oleh mahasiswa/i unri ini berbuah hasil terbaik untuk pembangunan di daerah", Harapan Indra Purnama.

Sementara itu Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi S.Si., M.M. menjelaskan bahwa outcome dari program Desa Cantik ini diantaranya adalah meningkatnya kesadaran dan literasi statistik, pengelolaan data di desa menjadi terstandarisasi, termanfaatkannya data desa untuk program pembangunan desa, serta terbentuknya komunitas statistik di desa.

Acara tersebut dilaksanakan secara hybrid dengan diikuti oleh BPS Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau dan kalangan akademisi UNRI baik secara online maupun offline. Serangkaian agenda ini ditutup dengan sesi Tanya jawab dan foto bersama yang menjadi momentum kebersamaan sekaligus wujud nyata kolaborasi pemerintah yang saling bergandeng tangan menuju Satu Data Indonesia demi pembangunan desa dan masyarakat yang lebih baik.(rls)


Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan

Pemerintahan

Sepakat! Kecamatan Pulau Burung Tuntaskan Tapal Batas Desa, Jadi Percontohan di Inhil

Pemerintahan

Angka Kelahiran Turun di Riau, Rata-rata 2 Anak per Perempuan

Pemerintahan

Walau Dikelilingi Perusahaan Besar, Dusun Kampung Tua di Siak Ini Nyaris Tak Tersentuh, Infrastruktur Memprihatinkan

Pemerintahan

Sebanyak 1.591 Desa di Riau Berstatus Maju dan Mandiri

Pemerintahan

Masyarakat Desa Domo Berjuang Atasi Erosi Tebing Sungai dengan Kearifan Lokal