PEKANBARU, kabarmelayu.com - Kegagalan Pemerintah Provinsi Riau membangun flyover di persimpangan Jalan Soekarno-Hatta –Jalan Tuanku Tambusai atau Simpang SKA masih menjadi perhatian serius. Walaupun gagal dibangun tahun depan, pemerintah diminta tidak menyurutkan niatnya.
Jika permasalahan yang dihadapi adalah soal lahan yang tidak sesuai dengan desain yang telah dibuat, maka pengamat tata kota Universitas Riau Dr Ir Muhammad Ikhsan menyebutkan, desain flyover bisa diulang.
Ikhsan menyebutkan, pembangunan flyover di titik persimpangan padat tersebut tidak boleh ditunda lagi. Karena akan ada potensi macet luar biasa dalam satu atau dua tahun ke depan. Dirinya yakin, flyover bisa didesain ulang dalam jangka waktu satu tahun saja.
‘’Yang sedikit mengkhawatirkan mungkin adalah soal kewenangannya, karena saya khawatir itu jalan nasional. Tapi yang punya kewajiban tetap pemerintah kota dan pemerintah provinsi. Keduanya harus bisa bekerja sama mengusahakan pembangunan secepatnya. Desain dan segala macam katakanlah satu tahun, berarti tahun depannya (2018, red) sudah bisa ditenderkan lagi,’’ sebut Ikhsan.
Ia menambahkan, bentuk flyover yang cocok untuk persimpangan tersebut bisa macam-macam. Menurutnya, saat desain nanti tinggal pilih saja.
Dirinya begitu menekankan peran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) sebagai pengusul dan merancang rencana. Sangat disayangkan di persimpangan tersebut akan segera selesai setidaknya tiga gedung baru, Swiss Bel Hotel, Living World dan juga Transmart. Kondisi itu tentu menambah padat persimpangan. Berkaca kepada Sumatera Barat yang mampu membangun flyover Kelok Sembilan, seharusnya kedua pemerintah yang berwenang juga mampu membangun flyover Simpang SKA yang lebih kecil.
(riaupos.co)