PEKANBARU – Gubernur Riau, Syamsuar, menanggapi pemberitaan mengenai pemotongan anggaran safari Ramadhan Wakil Gubernur (Wagubri) Edy Natar Nasution.
Dalam pernyataannya kepada awak media di mesjid Agung Annur saat menghadiri pesantren kilat, Sabtu (8/4/2023), Syamsuar menyatakan bahwa semua orang diluar sana sudah mengetahui.
"Semua orang di luar sana sudah tahu kok," tegas Gubernur Riau mengutip goriau.com.
Sebelumnya diberitakan bahwa Gubernur Riau memotong anggaran bantuan untuk masjid sebesar 50 persen yang diserahkan melalui Wakil Gubernur Riau.
Menurut Wagubri Edy Natar Nasution, pemotongan anggaran ini merupakan bentuk ketidakadilan yang harus dihentikan.
"Untuk itu saya membatalkan dan menghentikan Safari Ramadhan ini karena akan mengecewakan masyarakat dan saya juga tidak mau berbohong kepada masyarakat," ujar Wagubri Edy Natar Nasution, Kamis (6/4/2023) di Pekanbaru.
Bantuan yang disebutkan merupakan bantuan dari BRKS berupa CSR. Pada tahun sebelumnya, baik tim Gubernur maupun tim Wakil Gubernur sama-sama menyalurkan Rp50 juta untuk masjid. Namun, tahun ini Gubernur Riau memerintahkan pemotongan anggaran tim Wagubri menjadi Rp25 juta, sementara tim Gubernur tetap Rp50 juta.
"Setelah jadwal seterusnya ada perintah dari beliau (Gubernur Riau. Red) untuk tim Wagubri dikurangi menjadi Rp25 juta," kata Edy Natar Nasution.
Menanggapi situasi ini, Mantan Danrem 031 Wira Bima ini pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pembatalan Safari Ramadhan.
"Maaf, saya tidak melanjutkan Safari Ramadhan karena ada perlakuan yang tidak adil dari Gubernur. Saya harap masyarakat bisa memahami dan tidak kecewa dengan pembatalan yang saya lakukan ini," tutupnya. ***