PEKANBARU - Program Bangga Kencana yang merupakan re branding dari Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) memiliki lima kebijakan dan strategi. Diantaranya adalah pendampingan balita dan anak serta pembentukan dan penguatan karakter sejak dini melalui keluarga.
Hal ini dipaparkan langsung oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau, Mardalena Wati Yulia dalam acara Pelaksanaan Advokasi dan KIE Program KKBPK Melalui Mitra Kerja yang ditaja oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Riau di Hotel Furaya, Kamis (9/6).
Kebijakan program Bangga Kencana yang merupakan singkatan dari Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana ini yaitu pertama, memperkuat sistem informasi keluarga yang terintegrasi berupa peningkatan kualitas dan pemanfaatan data program bangga kencana berbasis teknologi informasi di seluruh tingkatan wilayah. Serta pengembangan smart technology program untuk memperkuat pengelolaan program bangga kencana. “Kedua, meningkatkan advokasi dan penggerakan program bangga kencana sesuai dengan karakteristik wilayah dan segmentasi sasaran,” ujar Mardalena.
Ketiga yaitu meningkatkan akses dan kualitas penyelenggaraan KBKR yang komperhensif berbasis kewilayahan dan fokus pada segmentasi sasaran. Keempat, meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang holistik dan integratif sesuai siklus hidup, serta menguatkan pembentukan karakter di keluarga.
“Perlu adanya optimalisasi pola asuh dan pendampingan balita dan anak serta pembentukan dan penguatan karakter sejak dini melalui keluarga,” jelas Mardalena.
Terakhir, menguatnya pemaduan dan sinkroniasasi kebijakan pengendalian penduduk. Seperti pengembangan GDPK, penguatan sinergitas kebijakan penyelenggaraan pengendalian penduduk, peningkatan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan.“Serta, peningkatan sinkronisasi dan pemanfaatan informasi kependudukan,” tutup Mardalena.(MCR)