PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar memotivasi semua UMKM mengedepankan sertifikasi halal. Ia meminta seluruh masyarakat untuk dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki Provinsi Riau menuju industri halal.
"Kami selalu memotivasi Masyarakat Ekonomi Syariah agar kita bisa membuat industri halal disini, sehingga nanti ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Syariah. Riau ini kaya akan bahan baku, tetapi minat masyarakat masih kurang," tutur H Syamsuar saat membuka kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Sertifikasi Halal oleh Institut Agama Islam Tazkia bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Riau, Rabu (15/12/2021).
Menurut Gubernur Riau Syamsuar sertifikat halal sangat penting untuk diterapkan, dan diikuti oleh seluruh pelaku usaha, dikarenakan bertujuan untuk memastikan produk yang dihasilkan oleh seluruh UMKM, mendapat jaminan kehalalannya.
"Sertifikasi halal ini suatu ketentuan. Karena selain halal, tentunya juga baik dan sehat," katanya.
Gubernur Riau juga menjelaskan, saat ini pemerintah pusat sedang mengembangkan ekonomi syariah. Hal itu disampaikan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat berkunjung ke Riau beberapa tahun lalu, tepatnya tahun 2019. Ia mengatakan bahwa Riau sebagai zona ekonomi syariah.
"Potensi Riau sebagai Zona Ekonomi Syariah tepat. Saat ini riau memiliki 4 kawasan industri diantaranya kawasan industri Tenayan Raya, Siak, Dumai dan Kuala Enok Indragiri Hilir," ujar Gubernur Riau.
Menurut Gubri, pada tiap kesempatan ia selalu mempromosikan daerah Riau dengan potensi yang ada. Potensi Provinsi Riau yang disampaikan gubernur diantaranya, sawit yang dapat diolah menjadi produk kosmetik, kelapa sebagai penghasil terbesar diindonesia, produsen madu lebah dan produk tekstil.
"Tetapi hal-hal yang berkaitan dengan produk halal masih sedikit. Padahal didalam dokumen pertumbuhan ekonomi di Riau, industribpengolahan termasuk pengolahan makanan dan minuman yang menjadi lokomotif ekonomi Riau," ujarnya.
Ia pun berpesan kepada seluruh masyarakat dan pelaku UMKM untuk memanfaatkan potensi tersebut. Apalagi saat ini, ekspor pengolahan makanan naik ketika pandemi covid-19.
"Jadi sekarang bagaimana kita memanfaatkan potensi tersebut. Alhamdulillah sudah datang Rektor Institut Agama Islam Tazkia beserta jajaran untuk memberikan pelatihan dan pembekalan sertifikasi halal UMKM di Riau. Karena itulah harapan kami, apa yang disampaikan narasumber tolong diikuti dengan baik," pungkasnya.
Pengembangan UMKM di Provinsi Riau terus diupayakan oleh berbagai pihak dari semua lini. Kali ini, Institut Agama Islam Tazkia Bogor bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Riau dengan melakukan pelatihan dan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Provinsi Riau. (MCR)