Wagubri Sebut Tiga Isu Dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Riau

Harijal - Selasa, 30 November 2021 15:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/11/54a489112021_wagubrisebuttigaisudalamupaya.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

PEKANBARU - Dalam rangka akselerasi penanggulangan kemiskinan di Provinsi Riau Tahun 2021, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Riau menggelar rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan Provinsi Riau 2021 di Gedung Daerah Balai Serindit, Selasa (30/11/2021).

Rapat tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Nasution. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa TKPK Riau menyusun dokumen rencana penanggulangan kemiskinan daerah (RPKD) yaitu untuk menetapkan konsep pemahaman kemiskinan dan ruang lingkup intervensi kebijakan dalam upaya penanggulangannya.

Adapun tiga isu yang perlu menjadi perhatian terhadap upaya penanggulangan kemiskinan di Provinsi Riau berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan TKPK Provinsi Riau diantaranya anggaran.

Dimana peta kapasitas fiskal daerah Provinsi Riau pada tahun 2021 termasuk dalam level nomor dua yakni kategori tinggi dengan indeks kapasitas fiskal daerah (KFD) 0,887. Mengalami penurunan sebesar 0,129 poin dibanding tahun 2020.

"Ini menunjukkan kapasitas fiskal daerah Provinsi Riau cukup memadai untuk secara bertahap menyelesaikan persoalan kemiskinan," jelasnya.

Namun, dari sisi derajat otonomi fiskal tahun 2021 daerah Provinsi Riau masih bergantung pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar 55,7 persen.

"Hal ini patut menjadi perhatian seluruh elemen di Pemerintah Provinsi Riau agar meningkatkan inovasi meningkatkan pendapatan asli daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal," ucapnya.

Isu kedua, dari dimensi pendidikan, salah satu hasil yang diperoleh bahwa capaian angka partisipasi murni (APM) tingkat  SMA/MA masih di bawah capaian nasional. Namun, trend perkembangan antar waktu menunjukkan positif meski sempat mengalami penurunan di tahun 2020.

"Maka diharapkan melalui program yang mendukung peningkatan capaian indikator pendidikan seperti sekolah terbuka, bantuan bagi masyarakat tidak mampu dapat bersama-sama untuk ikut menyelesaikan persoalan ini," tuturnya.

Isu ketiga, dimensi kesehatan di Provinsi Riau persentase capaian cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tahun 2020 baru mencapai 67,2 persen.

"Artinya masih cukup banyak Provinsi Riau yang urusan kesehatannya tidak sepenuhnya terlindungi oleh program pemerintah berupa JKN," sebutnya.

Sehingga, isu kesehatan ini menjadi perhatian dan sebagai upaya bagi pemerintah daerah untuk secara bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya JKN.

"Tentunya, hal ini sebagai upaya pemerintah untuk memastikan bahwa masyarakat terjamin biaya kesehatannya," ungkapnya. (MCR)

Berita Terkait

Pemerintahan

Mulai Hari Ini Akses Masuk Tol Pekanbaru Dialihkan ke Pintu Bypass

Pemerintahan

Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar

Pemerintahan

HUT Polwan Ke-78, Police Woman Goes To School Kunjungi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota

Pemerintahan

Pelaku Industri Didorong Bantu UMKM dan Kembangkan Industri Halal

Pemerintahan

Pemko Pekanbaru Tingkatkan Status Siaga Karhutla Jadi Tanggap Darurat

Pemerintahan

Pokja Newsrom Jaga Desa SMSI, Manifestasi Kukuhkan NKRI