PEKANBARU, kabarmelayu.com - Provinsi Riau dipercaya menjadi tuan rumah Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) dan Rembuk Integritas Nasional. Acara tersebut akan dipusatkan di Pekanbaru dengan melibatkan berbagai komunitas dari seluruh lapisan masyarakat.
Rembuk integritas nasional dan HAKI suatu penghargaan bagi Riau, kegiatan ini merupakan acara komunitas beserta masyarakat dan Pemerintah Provinsi Riau siap memfasilitasi.
Demikian disampaikan, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam sambutannya di acara "Silahtuhrami Gubernur Riau dengan Tokoh Masyarakat dan Pimpinan Pers Media" di Gedung Daerah Jl Diponegoro, Pekanbaru, Rabu (30/11/2016).
"Kita dengan dukungan panitia pusat harus bisa mensukseskan, kegiatan HAKI yang merupakan acara komunitas, pemprov Riau siap memfasilitasi. Kita harapkan komunitas berperan banyak pada kegiatan ini, khususnya komunitas di sektor pendidikan," kata Andi Rachman, begitu sapaan akrabnya Gubernur Riau.
Tempat acara hari HAKI, lanjutnya, berada di komplek Gubernuran Riau di jalan Diponegoro. Akan ada expo yang melibatkan banyak lembaga negara, BUMN dan komunitas. Selain itu ada pergelaran pentas budaya nusantara.
"Saya minta semua masyarakat untuk bersama-sama mendukung acara HAKI dan Rembuk Integritas Nasional. Peran serta masyarakat Riau sangat diharapkan, karena kita sebagai tuan rumahnya," ujar Andi.
Kedua event nasional itu, kata Andi, akan dilaksanakan pada 2 hingga 10 Desember 2016. Puncak acaranya terhitung pada 8 dan 9 Desember.
Anton Ikayadi, perwakilan dari fungsional pendidikan dan pelayanan masyarakat kedeputian pencegahan KPK, pada sambutanya menyampaikan Riau telah dipilih secara aklamasi sebagai tuan rumah, pemilihan tersebut diselenggarkan pada acara rembuk nasional sebelumnya yang juga dihadiri Gubernur Riau.
"Terpilihnya Riau menjadi tuan rumah HAKI melalui proses aklamasi, mengalahkan Kementerian Keuangan dan beberapa BUMN. Sebelumnya Kementerian Keuangan sangat berminat untuk menjadi tuan rumah," kata Anton.
Anton juga menyampaikan, kegiatan HAKI di Riau merupakan milik bersama khususnya masyarakat Riau. Riau dari awal provinsi yang di sayang KPK, dan Riau kini punya istilah
"Rindu Integritas Anak Melayu". Dan Riau saat ini mimiliki kepala daerah yang memiliki komitmen masa depan yang lebih baik lagi dengan semangat kesatuan kebersamaan ini untuk Riau lebih baik. (rec)