Menkes Optimis Target Penurunan Stunting 14 Persen Tercapai di Tahun 2024

Harijal - Senin, 23 Agustus 2021 19:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/08/191503082021_menkesoptimistargetpenurunanstu.jpeg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI optimis target penurunan stunting 14 persen ditahun 2024 akan tercapai melalui optimalisasi cakupan intervensi-intervensi yang berbasis bukti. 

Hal tersebut diutarakan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin secara virtual dalam acara Rakornas Percepatan Penurunan Stunting, Senin (23/8/2021). 

Yang mana hal tersebut telah dicanangkan Presiden Joko Widodo, dengan target prevalensi stunting turun 14 persen di tahun 2024 mendatabf. 

Budi mengatakan bahwa percepatan penurunan stunting di Indonesia telah dan akan terus dilakukan sampai stunting tidak lagi menjadi masalah kesehatan di negeri ini. 

"Pada bidang kesehatan percepatan penurunan stunting dilaksanakan melalui intervensi spesifik yang ditujukan pada kelompok sasaran meliputi remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan balita," imbuhnya. 

Dengan implementasi program yang difokuskan pada penguatan pelayanan kesehatan dan gizi, dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang di semua level pelayanan. Mulai dari Posyandu hingga rumah sakit dan diperkuat dengan dukungan pemangku kepentingan terkait. 

Sementara itu upaya penguatan intervensi spesifik dilaksanakan dengan mengedepankan strategi untuk meningkatkan cakupan hingga 90 persen, yakni melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas program, penguatan edukasi kesehatan dan gizi serta penguatan manajemen intervensi di puskesmas dan posyandu yang secara komprehensif tertata dalam sistem yang berkelanjutan. 

"Kementerian Kesehatan optimis bahwa target 14 persen pada tahun 2024 akan tercapai melalui optimalisasi cakupan intervensi-intervensi yang berbasis bukti," ungkap Budi. 

Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini juga menambah tantangan di berbagai tatanan, namun berbagai upaya strategis untuk meminimalisir dampak dari pandemi terus dilakukannya dengan penerapan protokol pesehatan. 

"Sebagai pemangku kepentingan mari kita berkontribusi secara maksimal untuk terus menguatkan intervensi spesifik dan sensitif secara terkoordinasi dengan optimisme dan kerja keras bersama untuk mencapai target maksimal," ajaknya. 

Dengan begitu, pihaknya yakin akan memberi dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting di Tanah Air sebagai bukti keseriusan untuk menyelamatkan bangsa. (MCR)

Berita Terkait

Pemerintahan

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Pemerintahan

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Pemerintahan

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎

Pemerintahan

RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal

Pemerintahan

Musrenbang RKPD Riau 2027, DPRD: Tahun Depan Kembali Normal

Pemerintahan

Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih