Wapres Resmi Buka Rakornas Percepatan Penurunan Stunting

Harijal - Senin, 23 Agustus 2021 16:04 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/08/b93886082021_wapresresmibukarakornaspercepat.jpeg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting secara virtual, Senin (23/8/2021). 

Rakornas percepatan penurunan stunting ini diinisiasi oleh Sekretariat Wakil Presiden, mengingat isu stunting masih menjadi tantangan besar yang dihadapi oleh Pemerintah Indonesia terlebih di masa pandemi Covid-19. 

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan 30,8 persen atau 8 juta balita Indonesia mengalami stunting. Sedangkan sebanyak 228 kabupaten/kota mempunyai prevalansi diatas 40 persen.

Sementara Presiden Joko Widodo telah menargetkan prevalensi stunting turun 14 persen pada tahun 2024. 

Dalam sambutannya, Wapres Ma'ruf Amin mengatakan bahwa untuk mencapai target 14 persen tersebut penting dilakukan kerja kolaborasi. Karena hal itu merupakan kunci untuk percepatan penurunan angka stunting. 

Wapres juga mengatakan bahwa pandemi Covid-19 juga menjadi tantangan tersendiri bagi upaya percepatan penurunan stunting di Tanah Air. 

Sementara itu, Indonesia telah cukup baik selama 7 tahun terakhir dalam menurunkan prevalensi stunting yakni dari 37,2 persen pada tahun 2013 menjadi 27.7 persen pada tahun 2019. 

"Tentu harus terus dipertahankan untuk mencapai target 14 persen pada tahun 2024," ujarnya. 

Diselenggarakannya Rakornas ini bertujuan untuk memperkuat komitmen kepela daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan upaya percepatan penurunan stunting di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden, Suprayoga Hadi melaporkan bahwa sejak tahun 2018 pemerintah telah melaksanakan program percepatan pencegahan stunting dengan target nasional menurunkan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024. 

"Meski di tengah pandemi Covid-19, namun upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia harus tetap berjalan," terang Hadi. 

Program tersebut dilaksanakan secara bertahap dimana pada tahun 2016 telah ditetapkan 100 kabupaten/kota prioritas.

Kemudian dilanjutkan tahun 2019 menjadi 160 kabupaten kota/prioritas. Lalu di tahun 2020 menjadi 260 kabupaten/kota prioritas dan 2021 menjadi 360 kabupaten/kota prioritas penurunan stunting. 

"Insyaallah pada tahun 2022 mendatang sebanyak 514 kabupaten/kota menjadi prioritas untuk percepatan penurunan stunting," jelasnya. (MC)

Berita Terkait

Pemerintahan

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Pemerintahan

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Pemerintahan

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎

Pemerintahan

RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal

Pemerintahan

Musrenbang RKPD Riau 2027, DPRD: Tahun Depan Kembali Normal

Pemerintahan

Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih